Kaya Omega-3, Makan Ikan Berminyak 2 Kali Seminggu Cegah Ginjal Kronis

24 Januari 2023, 14:24:07 WIB

JawaPos.com – Ikan berminyak kaya dengan kandungan protein dan omega-3. Ikan berminyak umumnya memiliki kandungan minyak alami dengan lemak baik yang lebih banyak. Contohnya tuna, mackarel, hingga salmon. Konsumsi ikan jenis ini dipercaya dapat mencegah risiko penyakit ginjal kronis.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan solusi potensial dalam perang melawan penyakit ginjal kronis (CKD).
Penelitian yang dipimpin oleh George Institute for Global Health dan University of New South Wales, menemukan bahwa mengonsumsi setidaknya dua porsi ikan berminyak per minggu, seperti mackerel, sarden, atau salmon dan tuna, dapat menurunkan risiko CKD dan memperlambat perkembangannya.

Para peneliti memasukkan temuan dari 19 studi dari 12 negara yang mengamati hubungan antara kadar asam lemak omega-3 dan perkembangan CKD pada manusia. Analisis tersebut terdiri dari 25 ribu orang dewasa berusia 49 hingga 77 tahun. Setelah mengontrol usia, jenis kelamin, ras, BMI, merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, penyakit jantung, dan diabetes, kadar asam lemak omega 3 makanan laut yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko CKD sebesar 8 persen.

Individu dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan konsumsi asam lemak omega 3 makanan laut. Mereka yang berada di urutan kelima teratas memiliki risiko CKD 13 persen lebih rendah daripada mereka yang berada di urutan kelima terbawah. Studi tersebut mengungkapkan korelasi antara tingkat asam lemak omega 3 yang lebih tinggi yang ditemukan dalam makanan laut dan penurunan risiko masalah ginjal, namun hubungan ini tidak ditemukan dengan asam lemak omega 3 yang berasal dari tumbuhan.

“Meskipun kami tidak dapat mengatakan secara pasti ikan apa yang memiliki efek terbesar pada risiko CKD, kami tahu bahwa kadar asam lemak dalam darah mencerminkan riwayat asupan yang baik,” kata Peneliti dr Matti Marklund kepada Guardian.

Temuan mengonfirmasi pedoman diet makan ikan berminyak dan makanan laut lainnya sebagai bagian dari diet seimbang. Temuan ini dipublikasikan di BMJ.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads