src="https://cdn.geozo.com/mfel17291/ilv/0mp/30y8qh678vuq687/pky52d4.go">

Susah BAB Menyiksa, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Sembelit

23 September 2022, 11:22:08 WIB

JawaPos.com – Idealnya Buang Air Besar (BAB) dilakukan setiap hari agar metabolisme lebih lancar. Sayangnya, pola makan yang kurang serat membuat seseorang mengalami sembelit atau susah BAB.

Menurut Praktisi Kesehatan dr. Shannia Tritama dari PT LAPI LABORATORIES (LAPI) melalui L-LAX, sembelit atau yang juga dikenal sebagai konstipasi merupakan gangguan dimana seseorang mengalami kesulitan Buang Air Besar (BAB) sehingga frekuensi BAB kurang dari hitungan normal. Situasi ini membuat perut tak nyaman dan sakit.

“Konstipasi atau sembelit membuat sakit perut melilit atau tidak nyaman,” kata dr. Shannia kepada wartawan baru-baru ini.

Gejala

Saat mengalami sembelit, umumnya ditandai dengan frekuensi BAB yang tak teratur. BAB normal adalah setiap hari atau setidaknya 3 kali dalam seminggu.

Gejala yang menandai sembelit biasanya adalah frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. Feses yang terasa keras dan kering, proses BAB yang harus mengejan, dan rasa tidak tuntas walaupun sudah selesai buang air besar.

“Walaupun kedengarannya sepele, namun jangan pernah mengabaikan gangguan sembelit, karena jika dibiarkan berlarut-larut maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti kanker usus,” ungkapnya.

Penyebab

Menurut dr. Shannia Tritama, sembelit dapat terjadi karena berbagai sebab. Misalnya mulai dari makanan yang kurang serat, stress, kurang olahraga, dehidrasi perubahan rutinitas, hingga kondisi kesehatan tertentu yang mengurangi kontraksi pada kolon dan menghambat keinginan untuk buang air besar.

“Inilah yang pada akhirnya menyebabkan sembelit,” jelasnya.

Pengobatan

Untuk mengatasinya, dr. Shannia Tritama menganjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup dan memperbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah dan sayur. Pastikan untuk minum air putih yang cukup sebanyak 1,5 sampai 2 liter dalam satu hari, batasi konsumsi kopi atau teh yang mengandung kafein, serta berolahraga teratur dalam seminggu sekitar 2 sampai 3 kali.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: