src="https://cdn.geozo.com/mfel17291/ilv/0mp/30y8qh678vuq687/pky52d4.go">

Peneliti Wuhan Ungkap Minum 4 Cangkir Teh Sehari Bisa Cegah Diabetes

23 September 2022, 08:23:58 WIB

JawaPos.com – Minum teh bermanfaat untuk kesehatan. Sebuah studi observasional yang dilakukan oleh peneliti Tiongkok mengaitkan kebiasaan minum teh dan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Manfaat bisa diraih ketika mengonsumsi setidaknya minum 4 cangkir teh sehari.

Akademisi dari Tiongkok mempresentasikan penelitian tersebut pada pertemuan European Association for the Study of Diabetes (EASD) di Stockholm, Swedia. Menurut akademisi Tiongkok, minum 4 cangkir teh atau lebih setiap hari, dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 17 persen.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis dari 19 studi yang mengeksplorasi minum teh dan diabetes di 8 negara, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi teh hitam, hijau, atau oolong dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Dibandingkan dengan orang yang tidak minum teh, orang yang mengonsumsi kurang dari empat cangkir teh setiap hari memiliki risiko 4 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Namun, mereka yang mengonsumsi 4 cangkir setiap hari memiliki risiko 17 persen lebih rendah.

“Sesuatu yang sederhana seperti minum empat cangkir teh sehari berpotensi mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2,” jelas peneliti Xiaying Li dari Universitas Sains dan Teknologi Wuhan di Tiongkok dan penulis utama studi tersebut.

Kandungan Teh

Komponen tertentu dalam teh, seperti polifenol, dapat mengurangi kadar glukosa darah, tetapi senyawa bioaktif dalam jumlah yang cukup mungkin diperlukan agar efektif. Kabar ini menarik bagi pecinta teh.

Berbicara kepada Medscape.com, Kevin McConway, profesor emeritus statistik terapan di The Open University, mengatakan kata-kata menyarankan dan berpotensi harus menjadi catatan. Profesor kedokteran metabolik di University of Glasgow, Naveed Sattar, juga mengkritik penelitian.

“Tidak ada bukti percobaan apa pun bahwa bahan kimia dalam teh mencegah diabetes,” katanya. “Akan tetapi, memang teh lebih sehat, rendah kalori daripada banyak minuman alternatif,” jelasnya.

Profesor uji klinis & metodologi di Unit Uji Klinis MRC, University College London, Matt Sydes, menyarankan penelitian tersebut jangan disalahpahami. Uji coba lanjutan masih harus dilakukan.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: