src="https://cdn.geozo.com/mfel17291/ilv/0mp/30y8qh678vuq687/pky52d4.go">

Anak Muda Juga Rentan Terkena Penyakit Tidak Menular

23 September 2022, 11:38:34 WIB

JawaPos.com–Belakangan ini, banyak kalangan muda yang terkena berbagai macam penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan sebagainya. Padahal, penyakit itu biasanya menyerang orang-orang dengan usia yang lebih tua.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Qonita Rachmah menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya fenomena tersebut. Salah satunya faktor genetik atau keturunan.

”Beberapa orang memang sudah punya kerentanan. Misalnya orang tuanya ada yang kena penyakit degeneratif. Orang tersebut istilahnya sudah punya bibit untuk memiliki penyakit degeneratif,” tutur Qonita Rachmah.

Namun, menurut Qonita, faktor genetik tersebut tidak akan muncul jika seseorang memiliki gaya hidup yang baik. Gaya hidup itu berkaitan dengan asupan makanan dan aktivitas fisik.

”Sekarang kita dimudahkan oleh akses ya, misalnya dari segi transportasi, kita jadi jarang jalan kaki. Aktivitas fisik yang rendah, banyaknya screen time, dan banyaknya aktivitas sedentari, menjadi kebiasaan yang nggak sehat. Ditambah lagi makanan kita yang tinggi gula, tinggi garam, dan tinggi lemak, yang jadi pencetus utama munculnya beberapa penyakit degeneratif,” terang Qonita.

Qonita mengatakan, asupan gula harian yaitu maksimal 40 gram atau setara 4 sendok makan. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan insulin menjadi resisten, sehingga menyebabkan gula darah tinggi.

”Sedangkan Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan hipertensi, yang kemudian dapat melebar menjadi penyakit lain seperti gagal ginjal, jantung koroner, bahkan stroke,” papar Qonita Rachmah.

Pola makan yang buruk ditambah aktivitas fisik yang kurang, lanjut dia, juga membuat kesehatan semakin menurun. Kurangnya aktivitas fisik membuat asupan yang dikonsumsi seseorang akan disimpan menjadi lemak. Otot pun tidak melakukan fungsi yang seharusnya sehingga orang akan merasa lemas dan mudah lelah.

Selain itu menurut Qonita Rachmah, pola tidur yang buruk juga menjadi faktor penyebab terjadinya penyakit degeneratif pada anak muda. Manusia sebenarnya didesain untuk tidur saat malam karena pada saat malam itulah terjadi proses metabolisme, sekresi hormon tertentu, dan sebagainya.

”Sekarang trennya justru berubah ya. Pola tidur kita malah kebalik, malam kita bangun, pagi kita tidur. Yang pertama itu dapat mengganggu cardiac rhythm. Yang kedua, itu juga menyebabkan konsumsi kita di malam hari tinggi. Muncul sindrom makan malam, jadi melewatkan sarapan. Hal-hal tersebut merupakan pola hidup yang sangat tidak disarankan,” ucap Qonita.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Grace Natashia

Saksikan video menarik berikut ini: