alexametrics

Suntik-Spiral Masih Jadi Jenis KB Favorit yang Dipilih Perempuan

23 Juli 2019, 20:39:05 WIB

JawaPos.com – Peserta program keluarga berencana (KB) masih didominasi kalangan perempuan. Berdasar data Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, pada Januari–Mei, hanya ada 83 laki-laki peserta KB vasektomi. Padahal, targetnya adalah 400 orang. ’’Masih berkembang anggapan di masyarakat bahwa KB adalah urusan perempuan,’’ ujar Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangun kemarin (22/7).

Berdasar data yang sama, jenis KB yang digunakan banyak perempuan adalah KB suntik. Tercatat, ada 200 ribu orang yang memakai KB suntik. Selanjutnya, terdapat 69 ribu ibu yang memilih mengonsumsi pil KB dan 53 ribu ibu yang memasang spiral. ’’Tiga jenis KB itu menjadi favorit. Paling banyak pesertanya,’’ kata Chandra.

Salah satunya adalah Dwi Viviani, warga Kecamatan Gayungan. Dia memilih KB suntik dengan alasan kenyamanan. ’’Disarankan bidan karena saya juga masih menyusui,’’ jelas Vivi. Dia merasa berat badannya melonjak setelah menggunakan jenis KB tersebut. Meski begitu, ibu satu anak itu tidak peduli dengan efek sampingnya.

Berbeda halnya dengan Chumairoh Lismi. Warga Kecamatan Tegalsari itu memilih KB spiral setelah mendengar pengalaman kerabatnya. ’’Saudara-saudara yang menyarankan spiral karena terbukti efektif mencegah kehamilan,’’ ucapnya.

Awalnya, Lismi ragu memasang KB spiral. Sebab, dia khawatir muncul rasa tidak nyaman. Benar saja, siklus menstruasinya sempat tidak teratur selama tiga bulan pertama. Namun, dia merasakan efek positif selama tiga tahun memakai KB spiral. ’’Sebelumnya pakai suntik. Jarak anak pertama dengan kedua cuma setahun. Sekarang tidak terlalu khawatir lagi,’’ tutur perempuan yang bekerja sebagai pegawai swasta tersebut.

Kasubdit Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Jawa Timur (Jatim) dr Sofyan Rizalanda MKes membenarkan tingginya minat KB suntik dan spiral. ’’Karena masih banyak yang belum paham tentang pilihan KB lainnya,’’ ungkapnya.

Padahal, semua jenis KB sama-sama memiliki risiko masing-masing. Salah satu jenis KB yang paling tidak populer adalah metode operasi (MO) yang bisa dilakukan laki-laki maupun perempuan. Berdasar data KB aktif, jenis KB itu diminati 32 ribu perempuan dan 1.500 laki-laki. ’’Kecenderungannya masih perempuan yang harus KB,’’ terangnya.

Berbagai upaya dilakukan BKKBN Jatim untuk menyosialisasikan jenis KB tersebut. Salah satu upayanya adalah menerjunkan petugas lapangan KB (PLKB). Namun, keberadaan PLKB dirasa belum efektif. ’’Satu orang PLKB kadang bertanggung jawab untuk dua sampai tiga kecamatan,’’ paparnya.

Solusi lain adalah mengerahkan sukarelawan yang sudah pernah ikut KB untuk memberikan sosialisasi. Di Surabaya, sukarelawan ini tersebar di setiap kecamatan. ’’Jumlahnya selalu bertambah,’’ jelas Chandra.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : nas/c14/ai



Close Ads