alexametrics

Dokter Jelaskan Potensi Penularan COVID-19 Lewat Sajadah Bergantian

23 Maret 2020, 10:35:48 WIB

JawaPos.com – Orang yang terinfeksi virus korona jenis baru atau disebut dengan COVID-19 makin bertambah tiap harinya. Dikatakan, penularan bisa terjadi lewat media apapun yang tertempel droplet atau percikan virus. Tak terkecuali penularan lewat sajadah atau karpet di tempat umum seperti masjid.

Tak heran jika saat ini pemerintah menganjurkan agar masyarakat membawa sajadah dan alat salat sendiri alias tidak bergantian. Lalu benarkah sajadah yang bergantian bisa menjadi potensi penularan?

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB membenarkan agar sebaiknya menggunakan sajadah masing-masing. Menurut dr. Ari virus Korona bisa bertahan atau menempel pada sajadah.

“Dipakai bersama lalu dibersihkan tapi virusnya bisa menempel. Maka benar jika ada anjuran bawa atau pakai sajadah masing-masing,” katanya baru-baru ini dalam konferensi pers melalui streaming.

Kenapa? Sebab, kelembaban pada sajadah bisa membuat virus bertahan lebih lama. Sehingga bisa memicu penularan saat dipakai bergantian.

Dokter Ari memaparkan, virus akan mati jika suhu udara 30 derajat dalam 1 jam. Namun, jika melihat kasus di negara-negara Eropa dengan udara dingin (lembap), virus akan lebih lama bertahan.

“Makanya di Italia itu suhu mereka 2-3 derajat virus bertahan lebih lama di sana. Rentan sekali pegang benda-benda atau gagang pintu,” jelasnya.

Dia menegaskan di Kampus UI pun juga tak lagi digelar salat Jumat sementara sesuai anjuran pemerintah. Sehingga sesuai saran Presiden Joko Widodo sebaiknua memang beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah.

“Dan saya sedih juga ya melihat Jakarta masih ramai, masih banyak orang lalu lalang tak peduli. Ini yang harus lebih diperhatikan ya,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads