alexametrics

Ahli Farmasi Sarankan Jangan Bikin Hand Sanitizer Sendiri di Rumah

23 Maret 2020, 14:51:44 WIB

JawaPos.com – Langkanya gel pembersih tangan (hand sanitizer) di pasaran, membuat harganya ikut mahal. Padahal hand sanitizer efektif untuk membersihkan tangan dari berbagai virus jika tak menemukan air dan sabun. Di tengah pandemi virus korona jenis baru atau COVID-19, mahasiswa kedokteran dan farmasi bahu membahu membuat hand sanitizer untuk masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui bersama, menjaga kebersihan diri dan mencuci tangan teratur menggunakan cairan antiseptik yang mengandung alkohol adalah salah satu upaya mencegah terinfeksi COVID-19,” kata Dekan FFUI Dr. Mahdi Jufri kepada JawaPos.com, Senin (23/3).

Hand sanitizer tersebut dibuat sesuai prosedur atau formula standar WHO. Yakni campuran formulanya terdiri dari alkohol, H202, dan Gliserol. Lantas bagaiman dengan masyarakat yang kiini berbondong membuat hand sanitizer sendiri?

Memang, kesulitan mendapatkan hand sanitizer membuat masyarakat bertanya-tanya apakah bisa membuat sendiri di rumah. Ternyata jawabannya tidak. Sebab ada bahan campuran hand sanitizer yang hanya bisa dibeli apoteker berlisensi.

“Wah jangan (buat sendiri) karena bahan itu mudah terbakar seperti alkohol. Sedangkan H202 tidak diperdagangkan secara bebas harus apoteker yang punya lisensi yang boleh pesan,” tegasnya.

Sebanyak 2.200 botol telah dibagikan pekan ini. Tidak hanya di Stasiun UI dan Pondok Cina melainkan juga bagi RSUI, Klinik dan beberapa Fakultas di UI.  Pembagian hand sanitizer ditujukan bagi masyarakat umum yang tengah melintas dan khususnya bagi pengguna transportasi commuter line. Khususnya bagi mereka yang belum menemukan air dan sabun.

“Bagi yang tidak memiliki akses cuci tangan dengan air dan sabun setiap saat,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads