alexametrics

Pasien Covid-19 Kategori Ringan-tanpa Gejala Bisa Isoman

23 Januari 2022, 13:31:42 WIB

JawaPos.com – Seiring makin bertambahnya pasien Covid-19 varian Omicron, Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran baru. Khususnya terkait isolasi mandiri (isoman) pasien.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa mereka yang terinfeksi Omicron harus dirawat secara terpusat. Meski tidak bergejala. Nah, pada Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron (B.1.1.529), ada ketentuan baru.

“Pasien kasus probable dan konfirmasi varian Omicron, baik yang bergejala maupun tidak bergejala, harus melakukan isolasi,” katanya.

Gejala klinis untuk kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicron pada prinsipnya sama dengan gejala klinis Covid-19 varian lainnya. Namun, rumah atau tempat untuk isoman memiliki kriteria. Tidak semua kondisi bisa isoman.

Untuk kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala berat hingga kritis, pasien harus dirawat di rumah sakit penyelenggara pelayanan Covid-19. Khusus yang bergejala sedang dan ringan, tapi disertai komorbid tidak terkontrol, dapat dirawat di RS lapangan atau RS darurat. Bisa juga ke RS yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19.

Kemudian, rumah yang diizinkan sebagai tempat isolasi harus memenuhi beberapa ketentuan. Misalnya, memiliki kamar terpisah dengan yang sehat. Lebih baik jika pisah lantai. Kamar mandi pun sebaiknya terpisah antara pasien dengan orang yang sehat. Selain itu, harus memiliki alat yang dapat mengetahui kadar oksigen atau pulse oksimeter.

Pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat isoman harus memenuhi syarat klinis. Yakni, berusia di bawah 45 tahun, tidak memiliki komorbid, dan dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya.

Komitmen lainnya adalah harus isolasi sebelum diizinkan keluar. ’’Jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat,” ucap Budi.

Meski dirawat di rumah, pasien harus dalam pengawasan puskesmas atau satgas setempat. Isolasi terpusat dilakukan di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c17/fal

Saksikan video menarik berikut ini: