
RAMUAN SEHAT: Sherly Setiono mencoba golden milk yang merupakan perpaduan susu segar dengan campuran bubuk kunyit, lada hotam, dan taburan bubuk kayu manis di kediamannya, Jumat (15/7). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Pandemi Covid-19 belum usai. Penularan yang sempat melandai ternyata tidak berlangsung lama. Setidaknya ada dua penyebab, yaitu virus yang bermutasi dan imunitas tubuh manusia yang menurun. Imunitas tubuh harus selalu siaga untuk mencegah infeksi menjadi berat dan mengakibatkan kematian.
---
VAKSINASI belum cukup memberikan perlindungan tanpa disertai tindakan penguatan imunitas melalui pola hidup sehat. Peneliti Indonesia dalam tulisannya (2020) menyatakan bahwa selain menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan, ternyata diet memegang peran utama dalam pertahanan tubuh melawan Covid-19. Untuk tujuan itu, dilakukan studi terhadap makanan yang dapat menghambat virus Covid-19 dengan cara memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hasilnya memang mendukung pemakaian berbagai jenis rempah dan bahan alam lain untuk memperkuat imunitas. Alasan utamanya adalah lebih mudah ditoleransi tubuh manusia.
Toleransi itu terjadi karena khasiat bahan alam merupakan kerja bersinergi zat kandungan untuk mengatasi kerusakan di dalam tubuh yang mengakibatkan penyakit. Jadi, cara kerjanya berbeda dengan obat kimia. Aktivitas berbagai jenis herbal dan rempah itu terutama karena khasiat antioksidan dan antimikroba yang poten. Khasiat rempah disebabkan kandungan zat bioaktif, yaitu flavonoid, fenolik, senyawa sulfur, tannin, alkaloid, dan lainnya.
Dengan alasan itulah, kementerian pengobatan tradisional India menganjurkan tiap orang merawat diri dengan berbagai rempah. Tujuan utama adalah mendapatkan imunitas super sebagai proteksi melawan infeksi. Pilihan jatuh pada penggunaan kunyit, ketumbar, dan bawang putih dalam berbagai masakan.
Untuk minuman herbal, dipilih campuran daun kemangi, kayu manis, lada hitam, jahe, dan kismis sekali atau dua kali sehari. Bisa ditambahkan jus lemon segar untuk memperbaiki rasa. Kebiasaan menambahkan setengah sendok teh bubuk kunyit pada minuman susu segar 150 ml sehari sekali atau dua kali juga dianjurkan.
Khasiat Kunyit
Kunyit mudah didapat dengan harga terjangkau. Ini adalah jenis rempah yang mendapatkan restu dari Badan Pengawasan Makanan Amerika karena keamanan penggunaannya. Khasiatnya sebagai antivirus mampu menurunkan angka replikasi virus. Penelitian sudah dilakukan terhadap berbagai virus, termasuk virus hepatitis SARS coronavirus, influenza, human immunodeficiency virus (HIV), herpes simplex, dengue, dan chikungunya. Studi komputatif oleh peneliti Indonesia dalam publikasinya (2020) menyatakan, kerja kurkumin kandungan kunyit berlangsung melalui banyak jalur penghambatan perbanyakan dan infeksi virus. Sebanyak 1.000–2.500 mg serbuk kunyit per hari aman digunakan. Sebaiknya tidak perlu digunakan secara berlebihan.
Khasiat Jahe
Perhatian terhadap potensi kandungan jahe sebagai anti-Covid-19 membuahkan hasil. Hasil studi prediksi secara virtual khasiat kandungan gingerenone A, gingerol, geraniol, shogaol, zingiberene, zingiberenol, dan zingerone oleh peneliti Indonesia sudah dipublikasikan pada 2021. Hasilnya menunjukkan kerjanya menghambat protein virus yang bisa terikat pada pintu masuk virus di reseptor tubuh manusia, yaitu ACE2 (angiotensin converting enzyme 2). Akibatnya, replikasi virus pun terhambat. Takaran 500–1.000 mg per hari serbuk jahe aman digunakan.
Cara pemakaian yang mudah adalah sebagai minuman wedang jahe. Penyiapannya mudah, yaitu cukup dengan merebus 10–15 cm irisan rimpang jahe gajah segar dalam 250 ml air di atas api berkekuatan sedang. Saring dan langsung diminum hangat tanpa penambahan gula, 200 ml setiap hari.
Herbal Antistres
Salah satu dampak pasca-Covid-19 yang belum dapat dijelaskan secara tuntas adalah gangguan fungsi sistem otak. Hal itu terlihat melalui terjadinya rasa gelisah, tegang, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, dan mudah lupa. Stres ikut andil pada terjadinya keadaan itu.
Ada herbal yang ternyata mempunyai kapasitas menormalkan fungsi tubuh dan memperkuat sistem yang baru mengalami stres. Herbal tersebut terbukti punya efek protektif melawan berbagai gangguan lingkungan dan kondisi emosional. Artinya, herbal itu dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi dan bertahan terhadap stres. Kerjanya adalah memicu sistem otak, hormon, enzim, imunitas untuk menetralkan dampak stres, yaitu melalui pengaturan proses metabolis dan homeostasis.
Selain jahe dan kunyit, yang termasuk ke dalam kelompok tersebut adalah teh hijau, jintan hitam, bawang merah, daun pegagan, sambiloto, dan cabai jawa. Cara menggunakannya mudah, seperti minum satu cangkir teh hijau yang berkualitas baik setiap pagi. Produk kapsul ekstrak sambiloto dan ekstrak jintan hitam dapat menjadi pilihan dengan menaati aturan pakainya.
Khasiat Jintan Hitam
Jintan hitam sudah teruji sebagai pengendali imunitas tubuh. Bagian yang dipakai adalah bijinya yang sangat keras sehingga harus dihancurkan. Penghancuran menjadi bubuk memudahkan kelarutan zat kandungan.
Timokuinon adalah kandungan utama minyak atsiri biji jintan hitam. Publikasi penelitian 2021 oleh peneliti Iran menunjukkan pemakaian dalam pengobatan tradisional untuk asma, batuk, bronkitis, sesak dada, dan radang. Studi farmakologi membuktikan kerjanya sebagai antidiabetes, antibatuk, antioksidan, menjaga kesehatan otak, dan imunomodulator. Konsumsilah secara teratur dengan mengikuti petunjuk pemakaian pada label.
Khasiat Lada Hitam dan Kayu Manis
Penelitian aktivitas antivirus kandungan lada hitam sudah banyak dilakukan. Di antaranya, penelitian terhadap virus flu, dengue, dan Ebola. Uji virtual terhadap virus Covid-19 menunjukkan zat kandungan piperdardiine dan piperanine yang aktif. Studi lanjut masih diperlukan, tapi pemakaian sebagai bumbu masak sangat dianjurkan.
Kayu manis tidak hanya berbau wangi dan berasa manis. Khasiatnya untuk kesehatan juga mulai banyak mendapatkan perhatian. Studi ilmiah menunjukkan terdapatnya 23 jenis zat kimia, termasuk cinnamaldehyde (60,41 persen) dan eugenol (3,19 persen). Khasiat yang sudah diteliti, antara lain, antibakteri, antiviral, antioksidan, imunomodulator, dan pelindung fungsi lambung. Penelitian kerjanya pada sistem imun juga sudah dilakukan peneliti Korea. Hasilnya menunjukkan khasiat sebagai imunomodulator. Pemanfaatannya adalah sebagai bumbu masak dan bahan pembuatan minuman herbal. (*)
---
MEMBUAT GOLDEN MILK
Bahan:
150 ml susu segar
½ sendok teh bubuk kunyit
Sedikit bubuk lada hitam (membantu penyerapan kurkumin dari kunyit)
Bubuk kayu manis sebagai pemanis
Cara membuat:
Tuang susu segar ke dalam wadah.
Tambahkan semua bahan.
Hangatkan di atas api sedang sambil diaduk untuk memperoleh bau dan rasa yang homogen.
Siap dihidangkan sekali sehari.
Peringatan
Konsumsi rempah dan herbal apa pun secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping. Contohnya, masalah lambung, sulit buang air besar, dan tekanan darah tinggi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
