alexametrics

Ternyata Virus Korona Sudah Serang Manusia Sejak 1960

22 Oktober 2020, 23:23:21 WIB

JawaPos.com – Virus korona jenis baru yang muncul di Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019, menghilangkan jutaan nyawa di dunia. Belum lagi dampaknya secara ekonomi yang dihadapi setiap negara. Virus korona ternyata sudah lama muncul dalam sejarah kesehatan manusia. Sedangkan virus terbaru dari Wuhan itu sendiri bernama SARS-Cov-2.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, sejak awal virus korona dapat menyerang baik manusia maupun hewan. Menurutnya virus korona sudah menyerang manusia sejak lama.

“Coronavirus mulai menyerang manusia sudah sejak tahun 1960an,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (22/10).

Dan sampai saat ini sudah terdapat 7 jenis virus korona yang dapat menginfeksi manusia. Dan jenis terbaru yang ditemukan adalah SARS-Cov-2, virus penyebab Covid-19.

“Sedangkan Covid-19 ini merupakan infeksi yang baru, dan sampai saat ini ilmuwan dan para ahli sedang mengenali karakteristik penyakit ini. Dan, masih terus berlangsung research ini untuk mengenali karakter virus penyebab Covid-19 yang digunakan sebagai dasar pengembangan vaksin,” jelasnya.

Prof Wiku menuturkan, proses pengembangan vaksin dilakukan melalui tahapan yang kompleks dan melibatkan lembaga kementerian maupun lembaga negara serta BUMN. Oleh karena itu, kata dia, Presiden telah mengeluarkan PP pengadaan dan pelaksanaan Covid-19.

“Penting diketahui, hingga saat ini belum ada negara di dunia yang sudah memproduksi vaksin Covid-19 secara massal, sampai saat ini Indonesia terus mengupayakan pengadaan vaksin ataupun memproduksi vaksin secara mandiri,” katanya.

Maka melihat peran penting dan dampak yang diberikan oleh vaksin Covid-19 ini terhadap upaya perlindungan masyarakat, Prof Wiku mengingatkan proses pengembangan vaksin maupun vaksinasi perlu dilakukan secara hati-hati. Namun tetap tanggap terhadap perubahan yang sangat dinamis pada masa pandemi ini.

“Tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Selain itu masyarakat juga tidak perlu khawatir akan kelompok prioritas penerima vaksin. Pemerintah tetap mengupayakan pemerataan penerimaan vaksin nasional untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads