alexametrics

Klinik Swasta Harus Dukung Pemberdayaan dan Digitalisasi Mitra Klinik

22 Juni 2022, 17:04:47 WIB

JawaPos.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Digital Transformation Office (DTO) beberapa waktu yang lalu mengumumkan target implementasi roadmap transformasi industri kesehatan. Hal ini termasuk digitalisasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dapat rampung diwujudkan di tahun 2024.

Integrasi sistem dan agregasi data pasien kelak dapat diakses oleh pasien dari setiap puskesmas, klinik, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan secara nasional. Namun, realisasi program transformasi ini memiliki tantangannya sendiri, terutama dari kesiapan klinik di berbagai daerah.

CEO Klinik Pintar Harya Bimo dalam keterangan resminya menyatakan, pihaknya siap mendukung program transformasi kesehatan Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan. Klinik swasta sebagai bagian penting dari ekosistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia perlu menggunakan teknologi dalam kegiatan usahanya.

“Data kesehatan kita sebagian besar masih belum updated dan tidak konsisten. Pandemi Covid-19 semestinya mengajarkan kita tentang pentingnya digitalisasi terutama di sektor Primary Care sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, namun sayangnya masih banyak klinik yang belum siap go digital. Berbagai tantangan yang dialami klinik seperti pengembangan usaha, akreditasi dan standarisasi layanan membuat digitalisasi klinik semakin sulit dilaksanakan. Maka dari itu, kami hadir memberikan solusi secara menyeluruh tidak hanya melalui digitalisasi, namun juga memberdayakan klinik agar lebih maju melalui jaringan pendukung yang terintegrasi,” ujar Harya.

Melalui riset yang didapatkan Klinik Pintar khususnya di wilayah Pekanbaru, beberapa permasalahan utama yang dihadapi klinik adalah Strategi Pengembangan Bisnis dan Layanan (29,8%), Akreditasi dan Standardisasi Layanan Klinik (19,3%), serta Peningkatan Kualitas SDM Klinik (12,5%). Permasalahan lain yang juga ditemukan antara lain Sistem Pengelolaan Uang dan Perpajakan (8,8%) dan Pengadaan Obat yang Terjangkau (7,1%).

Chief Medical Officer Klinik Pintar dr. Eko S. Nugroho menambahkan, selain menyediakan platform yang disebut Klinik OS (Klinik Operating System), pihaknya juga turut membantu klinik mengembangkan usahanya melalui kerjasama layanan baru.

“Seperti kesehatan preventif, layanan ibu dan anak, peningkatan kompetensi dokter umum dan tenaga medis klinik melalui Learning Management System (LMS), dukungan penguatan rantai pasok klinik, pendampingan standarisasi dan akreditasi klinik, sampai membantu pemilik klinik mengelola usaha kliniknya secara profesional melalui joint operation sehingga dapat terus bersaing dan tumbuh ke depannya,” katanya.

Baru-baru ini Klinik Pintar menggelar pertemuan bertajuk Silaturahmi Klinik Berdaya dengan pemilik klinik, dokter praktik mandiri, dan pemangku kepentingan. Acara ini diadakan untuk berdiskusi lebih jauh soal digitalisasi klinik dan berbagai tantangan yang dirasakan oleh klinik dalam menghadapi era transformasi kesehatan di Indonesia.

Editor : Banu Adikara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads