Butuh 3 Minggu Untuk Sembuh, Ini Alasan Monkeypox Disebut Cacar Monyet

22 Mei 2022, 10:52:26 WIB

JawaPos.com – Penyakit cacar monyet sedang menjangkiti 12 negara di dunia. Sama seperti cacar pada umumnya, penyakit ini membuat penderitanya mengalami demam dan bintil-bintil berisi air atau kadang lepuh yang berisi nanah. Karena namanya cacar monyet, apakah monkeypox berasal dari monyet?

Dalam keterangan Kementerian Kesehatan, Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Virus monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar Smallpox) dan virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar Smallpox).

Ternyata asalnya bukan dari monyet.
Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan ‘monkeypox.’ Di Afrika, infeksi monkeypox telah ditemukan pada banyak spesies hewan, di antaranya monyet, tikus Gambia dan tupai. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus).

Kasus pada manusia pertama kali tercatat tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Lalu tahun 2003 Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan binatang peliharaan eksotis (prairie dog) yang terinfeksi oleh tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika.

Selanjutnya tahun 2017 muncul kejadian luar biasa monkeypox di Nigeria. Tahun 2018 Inggris dan Israel juga melaporkan adanya kasus Monkeypox. Dan yang terakhir adanya laporan dari Singapura pada bulan Mei 2019 bahwa ada seorang warga negara Nigeria yang menderita monkeypox saat mengikuti sebuah lokakarya, 23 orang yang kontak erat sudah dikarantina untuk pemeriksaan dan pengawasan lebih lanjut.

Saat ini diketahui wilayah terjangkit monkeypox secara global adalah Afrika Tengah dan Barat (Republik Democratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan). Dan terbaru terjadi di 12 negara non endemik. Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia.

Masa Inkubasi dan Kesembuhan
Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) monkeypox biasanya 6-16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Gejala yang timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan.

Dalam 1-3 hari setelah gejala awal atau fase prodromal, akan memasuki fase erupsi berupa munculnya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap. Ruam atau lesi pada kulit ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok lalu sembuh.

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari. Seseorang yang terinfeksi berisiko menularkan Monkeypox sejak timbulnya ruam atau lesi. Setelah semua keropeng rontok, seseorang sudah tidak berisiko menularkan lagi.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads