12 Negara Laporkan Monkeypox, Pria Penyuka Sesama Jenis Paling Rentan

Kasus Naik jadi 92 Orang
22 Mei 2022, 10:57:28 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 92 kasus cacar monyet dilaporkan di 12 negara. Jumlah itu kembali naik dari yang sebelumnya sebanyak 80 kasus. Rata-rata pasien didominasi oleh pria.

“Sebanyak 92 kasus cacar monyet telah terdaftar dari 12 negara, yang non-endemik sejak 13 Mei,” kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Situasinya terus berkembang. WHO memperkirakan akan ada lebih banyak kasus cacar monyet yang diidentifikasi saat pengawasan meluas di negara-negara non-endemik. “Tindakan segera berfokus pada menginformasikan mereka yang mungkin paling berisiko terinfeksi cacar monyet dengan informasi yang akurat, untuk menghentikan penyebaran lebih lanjut,” kata WHO seperti dilansir dari Hindustan Times, Minggu (22/5).

12 Negara Melaporkan Cacar Monyet

Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan setidaknya 9 negara Eropa telah mencatat kasus penyakit ini. Tidak ada kematian yang tercatat sejauh ini.

Inggris, Portugal, dan Spanyol termasuk di antara negara-negara yang paling terpukul di Eropa. Negara-negara lain di benua yang telah melaporkan kasus tersebut adalah Belgia, Prancis, Jerman, Belanda, Italia, dan Swedia.

Kanada mengatakan, Toronto Public Health (TPH) saat ini sedang menyelidiki kasus dugaan pertama di usia 40-an. Selama ini, virus sebagian besar terbatas di Afrika.

Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Ghana (hanya diidentifikasi pada hewan), Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Sudan Selatan termasuk di antara negara-negara tersebut dalam daftar negara endemik. Namun kini meluas ke negara lain.

Pria Penyuka Sesama Jenis Paling Terdampak

Sejumlah besar kasus telah dicatat dari klinik kesehatan seksual. Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, kasus terutama tetapi tidak secara eksklusif telah diidentifikasi diantara pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL) atau sesama jenis.

“Terjadi paling banyak pada LSL mencari perawatan di perawatan primer dan klinik kesehatan seksual,” kata WHO.

Virus menyebar karena kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur. Para ahli biasanya percaya bahwa kebanyakan orang sembuh dengan sendirinya.

Demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam yang sering dimulai di wajah, dan menyebar ke bagian tubuh lainnya dikatakan sebagai salah satu gejalanya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads