alexametrics

Mengenal Terapi Obat Trastuzumab yang Efisien untuk Kanker Payudara

22 Februari 2021, 13:45:21 WIB

JawaPos.com – Penyintas kanker payudara berjuang untuk melawan penyakitnya. Harapannya akan tersedianya akses pengobatan untuk kanker payudara HER2-positif stadium dini, dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang komprehensif sesuai standar pengobatan. Terapi kanker payudara HER2-positif stadium dini yang tepat dan optimal pada JKN dapat memberikan pasien kesempatan terbaik untuk sembuh dan mengurangi risiko kekambuhan pada stadium lanjut, sehingga berpotensi meringankan beban bagi pasien dan sistem kesehatan.

Dalam rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia, para penyintas kanker payudara HER2-positif yang tergabung dalam Cancer Information and Support Center (CISC) Ahli ekonomi kesehatan dan juga seorang dosen senior di FK-KMK UGM dr. Diah menilai, kesehatan masyarakat perlu dilihat sebagai sebuah investasi, bukan sebagai cost (biaya). Selain deteksi dini, pemberian akses terhadap terapi yang optimal pada kanker payudara sejak stadium dini merupakan salah satu prinsip pencegahan agar penyakit tidak bermetastasis (menyebar) dan tidak mengalami perburukan.

“Saat ini di Indonesia penanganan kanker payudara di stadium dini untuk kemoterapi dan terapi endokrin sudah tercakup oleh BPJS. Dengan perkembangan teknologi yang pesat terutama dalam terapi kanker seperti halnya terapi target Anti-HER2 memberikan harapan lebih baik dalam keberhasilan terapi, yang tentu berdampak positif terhadap luaran sosial ekonomi,” katanya dalam webinar baru-baru ini.

Terapi Obat Trastuzumab

Menurutnya hal ini memerlukan pertimbangan ekonomi kesehatan dalam penentuan cakupan manfaat dalam jaminan kesehatan. Sebuah telaah sistematis menunjukkan bahwa terapi pada kanker payudara stadium dini dengan terapi trastuzumab cost-effective atau efisien di Tiongkok, Jepang, Singapura, dan Taiwan. Artinya di negara tersebut setelah dilakukan evaluasi ekonomi diputuskan sebagai terapi pilihan.

“Di negara lain, seperti Thailand, pemberian trastuzumab dengan kombinasi kemoterapi juga dinilai cost-effective dibandingkan dengan kemoterapi saja pada kanker payudara stadium dini dan telah masuk dalam paket manfaat jaminan kesehatan nasional sejak tahun 2014,” jelasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads