Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Desember 2021 | 17.56 WIB

Demam dan Diare, Ketahui Gejala Awal HIV AIDS Saat Menyerang Tubuh

Ilustrasi. Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) rentan terserang penyakit lain karena virus mematikan itu menyerang kekebalan tubuhnya. - Image

Ilustrasi. Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) rentan terserang penyakit lain karena virus mematikan itu menyerang kekebalan tubuhnya.

JawaPos.com - HIV masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Kurangnya edukasi dan pemahaman tentang HIV membuat Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) seringkali mendapatkan perlakuan yang diskriminatif. Padahal tidak semua orang yang mengidap HIV akan berkembang menjadi AIDS.

Dalam hari AIDS sedunia diskusi Live Instagram bersama Siloam Hospitals Balikpapan mengajak masyarakat agar 'Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya'. Dokter VICITY klinik atau dokter Voluntary Counseling Testing khusus untuk HIV-AIDS dari Siloam Hospitals Balikpapan dr. Liliana Handranatan mengatakan, HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Menurutnya, HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

"Jadi HIV itu adalah virusnya, sementara AIDS adalah kumpulan gejala yang disebabkan karena penurunan kekebalan tubuh," kata dr. Liliana baru-baru ini.

Cara Penularan HIV AIDS

Tahap paling lanjut dari infeksi HIV adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang jika tidak diobati, tergantung pada kondisi masing-masing individu. Namun, tidak semua orang yang mengidap HIV akan berkembang menjadi AIDS.

Secara garis besar ada empat cara virus ini ditularkan. Pertama melalui transfusi darah. Kedua lewat cairan sperma atau cairan pre ejakulasi. Ketiga lewat cairan vagina. Keempat melalui ASI.

"Jadi penularannya tidak semudah yang kita kira," tutur dr. Lili.

Ia menegaskam HIV tidak ditularkan melalui air liur tetapi lewat darah dan cairan sperma dan ASI. Jadi bukan dari kontak makan.

"Maka bagi pihak keluarga tidak perlu khawatir saat makan bersama dengan penderita AIDS," tegasnya.

Gejala HIV

Gejala dari HIV yang pertama kali muncul adalah, demam, sakit kepala, diare, dan sariawan. Biasanya untuk orang dengan HIV positif menjadi AIDS itu butuh waktu yang lama dengan durasi lebih dari 10 tahun.

"Kalau sudah muncul AIDS maka gejala-gejala dari turunnya sistem kekebalan tubuh seperti infeksi-infeksi oportunistik akan bisa masuk ke dalam tubuh, jadi bisa menyebabkan infeksi TBC, kemudian penurunan berat badan yang signifikan, lalu bisa menyebabkan infeksi jamur dan lain sebagainya," tutur dr. Lili.

Faktor Risiko

Faktor risiko merupakan hal yang harus diketahui masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan secara optimal. Menurutnya faktor risiko tersebut didapat melalui penggunaan jarum suntik yang bergantian seperti yang biasa ditemukan pada pengguna narkoba suntik, hubungan seks yang tidak aman seperti yang biasa ditemukan pada kelompok-kelompok tertentu misalnya hubungan dengan sesama jenis. Atau ASI yang sudah terkena HIV AIDS.

"Penularan virus ini umum didapatkan dari ketiga faktor tersebut," ungkap dr. Liliana.

Tatalaksana pasien pengidap HIV-AIDS dapat melakukan konsultasi yang bersifat rahasia. Tes yang dilakukan biasanya melalui pengambilan dan pemeriksaan darah, dan disarankan untuk datang sendiri. Jadi untuk pasangan pun sifatnya rahasia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore