Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Juli 2021 | 19.12 WIB

Penelitian Thailand Ungkap Sinovac Tak Manjur Lawan Covid-19 Delta

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ratusan tenaga kesehatan di Indonesia tertular Covid-19 bahkan sebagian di antaranya meninggal dunia. Padahal mereka sudah divaksinasi dengan Covid-19.

Atas kejadian ini, kemanjuran vaksin Sinovac terus dipertanyakan. Sebuah studi baru yang dirilis di Thailand dengan berani menyebutkan vaksin Sinovac tak manjur melawan Covid-19 varian Delta yang cepat menular.

Dilansir dari The Thaiger, Minggu (11/7), penelitian di Thailand menjelaskan Sinovac memiliki sedikit efektivitas dalam menghentikan varian Delta Covid-19. Strain Delta, pertama kali diidentifikasi di India, sangat berbahaya karena ditemukan jauh lebih menular dan menyebar dengan cepat ke seluruh Thailand. Varian tersebut diprediksi akan menjadi bentuk dominan Covid-19 di Thailand pada bulan depan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin buatan Tiongkok lebih dari 90 persen efektif dalam memproduksi antibodi penetralisir untuk melawan Covid-19. Dengan antibodi tersebut, Sinovac memberikan kekebalan 80-90 persen untuk varian Alpha dari Covid-19.

Tetapi data menunjukkan vaksin Sinovac jauh kurang efektif melawan varian Delta dalam studi bersama antara kepala Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand dan ahli virologi di BIOTEC. Studi tersebut mengungkapkan bahwa vaksin mRNA adalah yang paling efektif dalam memerangi varian Delta Covid-19.

Namun, karena lambatnya persetujuan dan pemesanan, tidak ada vaksin yang bekerja menggunakan vaksin mRNA yang akan tersedia di Thailand setidaknya hingga Oktober. Moderna dan Pfizer semuanya menggunakan teknologi mRNA dan sekarang telah disetujui di Thailand tetapi terbukti sulit untuk masuk ke dalam perbatasan.

Tanpa vaksin mRNA, penelitian mengungkapkan perlindungan terbaik berikutnya adalah 2 dosis vaksin AstraZeneca, yang telah terbukti dalam penelitian memiliki lebih dari 90 persen tingkat antibodi penetralisir untuk memerangi varian Delta. Thailand membuat kesepakatan untuk memproduksi AstraZeneca di dalam negeri, tetapi fasilitas produksi di Siam Bioscience mengalami penundaan dan kekurangan produksi, mengurangi separuh jumlah vaksin yang diharapkan Thailand.

Perbaikan lain yang relatif cepat, terutama bagi mereka yang sudah sepenuhnya divaksinasi dengan vaksin Sinovac, adalah jika ditambah suntikan booster AstraZeneca. Studi menunjukkan bahwa hanya satu suntikan AstraZeneca pada seseorang yang telah menerima vaksin Sinovac secara signifikan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mencegah infeksi Covid-19 varian Delta.

Thailand merekomendasikan suntikan booster untuk tenaga medis garis depan dengan AstraZeneca segera agar mereka lebih aman dari varian Delta daripada hanya vaksinasi Sinovac. Meski begitu, Thailand terus mengimpor vaksin Sinovac, dengan 10,9 juta baru-baru ini dipesan untuk menambah 14,5 juta yang sudah diterima.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore