alexametrics

Mengenal Vitiligo, Penyakit yang Menyebabkan Hilangnya Warna Kulit

21 November 2019, 15:29:33 WIB

JawaPos.com – Pernahkah Anda melihat seseorang memiliki kulit berwarna putih seperti bercak yang melebar? Penyakit itu adalah salah satu jenis penyakit kulit bernama vitiligo.

Meskipun tidak menular dan tidak berbahaya, vitiligo dapat mengakibatkan menurunnya kepercayaan diri seseorang. Bahkan, penyakit ini bisa membuat penderitanya stress berkepanjangan. Vitiligo dapat menyerang bagian kulit manapun di tubuh.

Pada kondisi normal, warna kulit, rambut, dan mata ditentukan oleh suatu pigmen yang disebut melanin. Jika terpapar oleh virus vitiligo, sel-sel yang membentuk melanin tersebut berhenti fungsi atau mati. Biasanya, perubahan warna pertama kali terlihat pada area yang terpapar sinar matahari, seperti tangan, kaki, lengan, wajah dan bibir.

Namun, jangan khawatir. Kemajuan dan perkembangan ilmu kedokteran pada kulit dan kelamin membuat vitiligo dapat ditangani sehingga kualitas hidup penderitanya dapat dipertahankan.

“Vitiligo merupakan penyakit hilangnya warna kulit yang berbentuk bercak-bercak warna putih susu. Luas dan keparahan vitiligo tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi di bagian mana pun, termasuk juga rambut dan selaput lendir misalnya bagian dalam mulut,” kata dr. Dian Pratiwi, SpKK, FINSDV, FAADV dari Klinik Pramudia.

 

Gejala dan Ciri

 

Vitiligo dapat terjadi pada manusia di segala usia. Namun sebagian besar, penderitanya adalah mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Kemunculan vitiligo ditandai dengan hilangnya warna kulit alami dan
munculnya bercak-bercak berwarna putih pucat pada sebagian kulit atau salah satu sisi tubuh. Selain kulit, vitiligo juga dapat menyerang rambut, area mata dan mulut.

Orang yang mengalami vitiligo umumnya masih memiliki warna kulit alami. Ketika sel-sel pembentuk melanin berhenti berfungsi, saat itulah bercak-bercak putih pada kulit muncul. Penderita terlihat memiliki dua warna kulit, yang lebih gelap yaitu warna kulit asal, dan putih pucat yang sudah terserang
vitiligo. Kebanyakan penderita vitiligo masih memiliki warna rambut alami.

 

Pemicu atau Penyebabnya

 

Terjadinya vitiligo disebabkan oleh matinya sel melanosit yang bertugas memproduksi warna pada
kulit. Penyebab matinya sel tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik atau
keturunan, penyakit autoimun, dan faktor eksternal seperti terbakar sinar matahari, atau bahan kimia.

Penderita vitiligo amat rentan mengalami gangguan mata sebagai komplikasi dari kelainan kulit ini.
Meski umumnya memiliki mata normal, namun penderita vitiligo dapat mengalami masalah peradangan pada iris, atau disebut juga iritis.

Penyebab pasti vitiligo masih belum sepenuhnya dipahami, namun semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berbagai kelainan mekanisme tubuh seperti kelainan metabolisme, stres
oksidatif, respons autoimun, dan faktor genetik berkontribusi pada timbulnya vitiligo. Meskipun tidak
mengancam jiwa, efek vitiligo dapat mengganggu secara kosmetik dan psikologis, seperti kurang percaya diri, citra tubuh yang buruk, stres dan efek negatif lainnya.

“Prevalensi Vitiligo berkisar 0,5 persen hingga 2 persen dari populasi di seluruh dunia, dan prevalensinya sama antara laki-laki dam perempuan,” ujar Dian.

Dalam melakukan deteksi dini vitiligo, dapat dicari tanda-tanda seperti kehilangan warna kulit yang merata menjadi putih susu, uban pada rambut di kulit kepala, bulu mata, alis atau janggut. Di samping itu juga terdapat kehilangan warna pada bagian dalam mulut dan hidung (selaput lendir), kehilangan atau perubahan warna lapisan dalam bola mata (retina).

Ahli lainnya yakni dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, dari Klinik Pramudia, menegaskan pengobatan penyakit ini harus dilakukan secara disiplin. Meski dokter sudah memberikan kombinasi terapi terbaik, hasilnya tidak akan maksimal jika pasien tidak berobat teratur.

“Kadang ada saja pasien yang menghilang di tengah proses pengobatan dan hal itu sangat disayangkan. Menjalani proses terapi Vitiligo memang perlu kesabaran karena lamanya pengobatan tidak bisa ditentukan. Pada dasarnya, hasil terapi vitiligo ini bukanlah cure. Namun, pengobatan bisa dikatakan berhasil jika melanin dapat berfungsi kembali sebagai pigmen kulit gelap, serta mampu melindungi kulit dari sinar UV matahari yang berbahaya,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads