JawaPos Radar

Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Ini Bedanya Sel Jinak dan Ganas

21/10/2018, 12:10 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
kanker payudara, bulan kanker payudara, bedanya sel jinak dan ganas kanker,
Bulan kesadaran kanker payudara, kenali bedanya sel jinak dan ganas. (Men's Health)
Share this

JawaPos.com - Bulan Kesadaran Kanker Payudara setiap Oktober menyadarkan bahwa ancaman sel kanker bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Faktor yang menjadi pemicu kanker salah satunya hidup tidak sehat, polusi, hingga faktor genetik. Sel kanker berkembang sangat cepat berbeda dengan sel normal.

Masyarakat awam mungkin mengenal kanker terbagi dua yakni jinak dan ganas. Perbedaan tumor jinak dan ganas yakni pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan jaringan sel tersebut.

Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo menjelaskan jika seorang pasien mempunyai tumor jinak, pasien hanya tinggal mengangkat tumor tersebut dan tidak akan tumbuh lagi. Ada pula pada sejumlah pasien yang masih mengalami pertumbuhan tumor di tempat lain namun masih bisa berumur panjang.

kanker payudara, bulan kanker payudara, bedanya sel jinak dan ganas kanker,
Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo menjelaskan bahaya sel kanker. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

“Bedanya kalau kanker ganas dan tumor, kanker ada daging tumbuh sangat cepat. Tumor jinak tak invansif jaringan sekitar, yang ganas sebaliknya," tegasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Pria yang fokus pada bidang Keperawatan Medikal Bedah ini menjelaskan pertumbuhan sel kanker ganas sangat cepat berbeda dengan pertumbuhan sel normal. Pertumbuhan sel kanker di mana pun baik di hati, payudara, paru sangat tak terkontrol akan cepat sekali.

Agung menambahkan pada saat kanker itu muncul yang tak diketahui penyebabnya, diperkirakan ada 3 hal yang menjadi pemicunya. Di antaranya,

Faktor Genetik atau Bawaan

Tetap dimungkinkan dari faktor keturunan. Jika nenek terkena kanker maka salah satu anak atau cucu ada yang terkena kanker juga. Tetapi bukan berarti jika nenek kanker, maka anak dan cucu pasti kanker.

Stimulus Eksternal

Seseorang yang berada di tengah polusi dengan naik kendaraan umum yang sama, pada jam dan tempat yang sama, oleh orang-orang yang sama, dimana orang itu salah satunya ada yang merokok aktif secara rutin akan berisiko terhadap orang lainnya. Atau seseorang yang tinggal di area pabrik dikelilingi asap pabrik akan mengotori daerah sekitarnya. Pada kondisi pekerja punya risiko lebih tinggi terkena kanker paru, ketimbang warga yang tinggal di wilayah dengan udara yang masih lebih bersih.

Faktor Internal

Yaitu kebiasaan dari individu tersebut dimana hidup tak sehat, rendah serat tinggi lemak. Contoh pada kanker saluran pencernaan. Pencernaan bekerja tiga empat kali lebih keras pada saat mencerna makanan lebih banyak.

“Dari faktor itulah kemudian stimulus munculnya kanker. Barangkali di setiap tubuh kita ada sel yang bisa memicu kanker. Namun karena ada stimulus bisa berubah menjadi kanker,” tegas Agung.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up