alexametrics

Pernah Kena Omicron, Sudah Vaksin, Tetap Bisa Tertular BA.4 dan BA.5

21 Juni 2022, 06:07:09 WIB

JawaPos.com – Tak ada perlindungan antibodi yang sempurna untuk menghadapi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Sebab penelitian menyebutkan subvarian ini mampu lolos dari antibodi atau kekebalan vaksin. Seseorang yang sudah divaksin plus mereka yang pernah terinfeksi Omicron seri pertama, tetap saja bisa tertular BA.4 dan BA.5.

Pasien yang divaksinasi plus infeksi Omicron BA.1 mengembangkan antibodi yang dapat menetralisir virus tersebut ditambah virus SARS-CoV-2 asli. Akan tetapi, varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang beredar sekarang memiliki mutasi dan memungkinkan menghindari antibodi tersebut.

Para peneliti dari Tiongkok melaporkan Omicron BA.5 dan BA.4, yang sekarang mencakup lebih dari 21 persen kasus baru AS, mengandung mutasi yang tidak ada pada BA.1 dan versi BA.2 dari Omicron. Sublineage yang lebih baru itu menghindari antibodi penetral yang ditimbulkan oleh infeksi dan vaksinasi SARS-CoV-2.

Bagaimana Efektivitas Vaksin?

Efikasi Pfizer dan Moderna mungkin menurun. Booster vaksin berdasarkan virus BA.1, seperti yang dikembangkan oleh Pfizer/BioNTech dan Moderna kemungkinan menurun efikasinya.

“Mungkin (Pfizer dan Moderna) tidak mencapai perlindungan spektrum luas terhadap varian Omicron baru,” para peneliti memperingatkan.

Penelitian yang belum menjalani tinjauan sejawat menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksinasi yang terinfeksi Omicron tidak mungkin mengembangkan respons kekebalan yang akan melindungi dari varian lain virus Korona. “Meski mungkin ada vaksin khusus Omicron, saya pikir itu akan menjadi keuntungan kecil dibandingkan tetap mengikuti vaksin dan booster yang ada,” kata peneliti penyakit menular di Sekolah Kedokteran Yale di New Haven, Connecticut yang tidak terlibat dalam studi terbaru, Dr. Onyema Ogbuagu.

“Meskipun varian ini mampu menghindari kekebalan, harapannya adalah vaksin tetap melindungi dari gejala berat penyakit serius,” kata Ogbuagu.

“Jika Anda membutuhkan booster, segeralah booster. Apa yang telah kami pelajari secara klinis adalah bahwa yang paling penting untuk tetap up to date vaksin untuk mempertahankan tingkat tinggi antibodi Covid-19 yang beredar dalam darah,” tegasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: