alexametrics

BA.4 dan BA.5 Meluas, Jika Sudah Booster Bakal Gejala Ringan Atau OTG

21 Juni 2022, 16:24:53 WIB

JawaPos.com – Meluasnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 membuat cakupan vaksinasi penguat atau booster harus dikejar. Sebab, penelitian mengungkapkan subvarian ini mampu menurunkan imunitas antibodi dan efektivitas perlindungan dari vaksin.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, subvarian ini memiliki kombinasi mutasi yang bisa melakukan reinfeksi atau infeksi ulang. Seseorang yang sudah pernah terinfeksi Omicron bisa terinfeksi kembali dan menulari virus ini.

“Data terakhir varian ini disebut mirip Delta karakternya. Dibanding Delta, CT Value BA.4 dan BA.5 lebih kecil ya. BA.4 dan BA.5 bisa 23an, waktu Delta bisa 26an rata-rata,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (21/6).

Maka menurut Dicky, pemerintah harus segera melakukan mitigasi berupa peningkatan testing dan peningkatan cakupan vaksinasi 3 dosis. Booster diyakini akan memberikan proteksi.

“Booster dikejar. Jenis mRNA pada semua populasi, membuat vaksin jadi semakin penting,” jelasnya.

Vaksin 2 Dosis Tak Cukup

Menurut Dicky, data menunjukkan bahwa pada seseorang yang proteksinya menurun, virus ini berisiko sampai 10 kali daya tularnya. Dan orang yang belum divaksinasi bakal menjadi inang atau tempat virus ini bermutasi.

“Bayangkan jika BA.4 dan BA.5 menulari pasien pada sistem yang imunitasnya rusak atau HIV, itu bisa berbulan-bulan sakitnya. Bahkan bisa melahirkan 1 subvarian yang jauh lebih merugikan,” ungkapnya.

Berbeda jika seseorang sudah mendapatkan booster. Maka jika sudah divaksin booster, dia hanya akan mengalami gejala ringan atau tanpa gejala atau OTG.

“Kalau sudah booster dan terkena varian ini maka gejalanya ringan hanya 1 harian atau bahkan tak bergejala,” katanya.

Kesimpulannya, subvarian BA.4 dan BA.5 menjadi sinyal bahwa Covid-19 belum berhenti bermutasi menginfeksi meskipun sudah vaksin. Sebab vaksin memiliki keterbatasan sekalipun dapat mencegah orang terinfeksi berat tetapi masih bisa menulari orang lain.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads