alexametrics

Kasus Covid-19 Meledak, Ahli: Tidak Ada Vaksin yang 100 Persen Efektif

21 Juni 2021, 14:29:05 WIB

JawaPos.com – Para tenaga kesehatan dan sejumlah masyarakat Indonesia masih saja ada yang terpapar Covid-19. Padahal, mereka sudah disuntik dua dosis vaksin Covid-19.

Mengapa seseorang masih bisa tertular Covid-19 walau sudah divaksinasi?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe M,sc, Sp,PD, menegaskan bahwa vaksin efektif mencegah sakit berat atau kasus rawat inap dan kematian karena Covid-19. Namun menurutnya, seseorang yang divaksinasi tetap masih bisa tertular Covid-19 sekalipun gejalanya ringan.

“Saya tegaskan vaksin tak ada yang 100 persen efektif. Maka tetap harus lakukan 3M. Bukan berarti bebas kumpul-kumpul di keramaian, makan-makan, tidak begitu ya. Agar perlindungan tetap optimal,” katanya.

Menurutnya, vaksin bekerja saat disuntikkan di otot lengan. Lalu tubuh akan mengenali zat yang masuk. Tubuh akan mengingat dan antibodi segera diproduksi setelah vaksin disuntikkan ke dalam tubuh.

“Isi vaksin itu bahan utamanya antigen, dalam hal vaksin adalah virus dimatikan,” jelasnya.

Menurut Dirga, dunia kesehatan sudah melakukan vaksinasi sejak ratusan tahun lalu untuk memerangi penyakit seperti difteri, campak dan lainnya. Terbukti, kasusnya memang sangat jauh berkurang dewasa ini.

“Lalu kita juga sekarang sering mendengar istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), ada yang demam dan dikaitkan vaksinasi. Itu artinya ada proses pengenalan tubuh dan vaksinasi, mayoritas reaksi lokal. Kita musti sadar, bahwa manfaat vaksinasi jauh lebih besar daripada timbulnya reaksi tanpa vaksinasi,” paparnya.

Total di dunia, kata dia, sudah ada 15 jenis merek vaksin Covid-19. Namun sampai hari ini, cakupan vaksinasi di Indonesia baru 11 persen.

“Ini angka yang masih rendah. Yang sudah lengkap dua dosis saja baru 6,3 persen. Lansia juga sangat kurang. Capaian kita sangat rendah. Coba bandingkan dengan negara yang sudah 40 persen vaksinasi, kasus terlihat makin turun seperti Amerika dan Eropa. Kita juga harusnya lebih ngebut lagi,” tegasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads