alexametrics

Sigap Tangani Gerakan Tutup Mulut Anak saat Diberi Makan

21 Februari 2021, 20:05:43 WIB

Gerakan tutup mulut alias GTM adalah musuh para orang tua. Terutama bagi ayah dan ibu dengan buah hati yang belajar makan. Kekhawatiran pun bermunculan.

MENURUT dr Fatimah Hidayati SpA, menutup mulut atau menolak makan –dari menyembur, mengemut, hingga melepeh makanan– pada anak adalah hal alami. ”Itu adalah bentuk insting melindungi diri dari sesuatu yang dianggap asing,” ungkapnya. Namun, spesialis anak RSIA Bina Medika Bintaro tersebut menyatakan, GTM perlu dilawan. Dengan demikian, kebutuhan gizi terpenuhi dan tumbuh kembang baik. Berikut tip dari dokter alumnus Universitas Indonesia itu dalam menangani GTM.

Saat dikenalkan makanan padat, anak melepeh makanan. Makannya pun lama. Akhirnya, saya berikan lagi bubur lembut. Apakah boleh dilakukan?

Mengenalkan tekstur adalah salah satu bagian ”belajar makan” yang penting. Tingkatan lunak–padat makanan disesuaikan dengan usia anak. Dimulai puree, bubur saring, nasi tim, hingga makanan keluarga. Ragam bahan makanan bisa diujicobakan, dengan catatan anak tak alergi terhadap bahan tersebut.

Jika anak terbiasa dengan menu lunak, mereka akan enggan mengunyah. Kekuatan rahang dan gerak otot mulut pun tak terlatih. Hal itu memengaruhi kemampuan mereka dalam mulai berbicara. Di sisi lain, variasi menu anak terbatas karena mereka hanya mengonsumsi makanan yang bertekstur lunak.

Karena GTM, saya berikan susu untuk pengganti makan utama. Kandungannya lengkap kok. Berarti, kebutuhan gizinya terpenuhi kan?

Sumber gizi paling utama tetap berasal dari makanan. Vitamin dan susu hanya melengkapi, tidak memenuhi kebutuhan nutrisi. Porsinya pun tak boleh berlebihan. Idealnya, konsumsi susu anak usia 2 tahun atau lebih adalah 500–700 ml per hari. Jika berlebihan, si kecil akan kenyang sehingga menolak makan.

Kandungan kalsium pada susu juga bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Jika anak mengonsumsi susu soya, ada kandungan serat yang berpengaruh pada penyerapan makanan. Targetnya tidak hanya mengejar kebutuhan kalori, tetapi juga kebutuhan gizi makro –terutama karbohidrat, protein, dan lemak– serta mikro. Plus, penambahan bobot.

Anak saya suka ngemut, bahkan melepeh makanan. Kenapa ya?

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fam/c12/tia




Close Ads