alexametrics

Ahli Ungkap Gejala Baru dari Mutasi Covid-19, Pusing Saat Lihat Cahaya

21 Januari 2021, 15:10:47 WIB

JawaPos.com – Mutasi strain baru Covid-19 muncul di beberapa negara. Bahkan gejalanya juga baru. Bukan hanya batuk, demam, dan sesak napas. Ahli dari Anglia Ruskin University di Inggris menyoroti gejala fotofobia yang berkembang pada beberapa orang yang terpapar virus baru tersebut.

Tampil di This Morning ITV pada Rabu, (20/1), Ahli Kesehatan dr. Chris Steele mengatakan, fotofobia adalah ketidaksukaan terhadap cahaya terang. Biasanya terkait dengan sakit kepala saat melihat cahaya.

“Gejala ini sebagai intoleransi ringan (terhadap cahaya),” katanya seperti dilansir dari Express.co.uk, Kamis (21/1).

Baca Juga: Ahli Sebut Mutasi Covid-19 Jenis D614G Banyak Ditemukan di Indonesia

Menurut dr. Chris, virus Korona menyebabkan respons peradangan di seluruh tubuh. Itulah sebabnya dia yakin beberapa orang mungkin mengalami fotofobia.

Sebuah makalah penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Ophthalmology pada Desember 2020, mengeksplorasi masalah mata akibat virus Korona secara lebih rinci. Dilakukan oleh para peneliti di Anglia Ruskin University, orang-orang yang dites positif Covid-19 diminta untuk mengisi kuesioner tentang gejala mereka. Studi tersebut menemukan bahwa 18 persen peserta melaporkan fotofobia sementara 16 persen melaporkan sakit mata.

Dari 83 responden, 81 persen peserta melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala Covid-19 lainnya. Gangguan pada mata dilaporkan berlangsung kurang dari dua minggu di hampir semua peserta yang mengalaminya. Gejala yang paling umum dilaporkan secara keseluruhan termasuk kelelahan, demam, dan batuk kering.

Penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU, mengomentari temuan tersebut. Kondisi ini dapat memengaruhi salah satu mata, atau keduanya, dan dapat berkembang secara tiba-tiba atau bertahap selama beberapa hari.

Pengobatan utama uveitis adalah pengobatan steroid, yang dapat membantu mengurangi peradangan di dalam mata. Ini bisa dalam bentuk tetes mata, suntikan, tablet, atau kapsul. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, komplikasi dapat terjadi jika Anda berusia di atas 60 tahun, atau menderita uveitis kronis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat daftar gejala lain yang dilaporkan dari virus Korona. Apa saja?

Demam
Batuk kering
Kelelahan
Sakit dan nyeri
Sakit tenggorokan
Diare
Konjungtivitisis
Sakit kepala
Kehilangan rasa atau bau
Ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau kaki
Kesulitan bernapas atau sesak napas
Nyeri atau tekanan pada dada

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads