alexametrics

Universitas Brawijaya Siap Produksi Kit Pendeteksi Diabetes Millitus

20 November 2020, 20:14:42 WIB

JawaPos.com–Universitas Brawijaya (UB) Malang menyatakan kesiapannya untuk memproduksi dan mendistribusikan Biosasains rapid test GAD65, yakni kit yang dapat digunakan untuk mendeteksi awal penyakit diabetes mellitus (DM) secara masal.
”Produk hasil inovasi UB ini dapat dimanfaatkan untuk screening awal terhadap penyakit DM. sehingga, dapat ditentukan upaya pencegahan dan penatalaksanaan terapi yang tepat,” kata Ketua Inovasi Biosains Rapid Test GAD65 UB Aulanni’am seperti dilansir dari Antara di Malang, Jumat (20/11).

Penyakit diabetes mellitus, kata dia, merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang sering diikuti berbagai komplikasi. DM berdampak pada kualitas sumber daya manusia serta peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar di lingkungan keluarga dan negara.

Menurut dia, upaya pencegahan diabetes mellitus yang makin naik prevalensinya menjadi hal yang harus diperhatikan. Deteksi dan penanganan terapi yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencegah penurunan kondisi seseorang akibat diabetes mellitus yang diderita.

Biosains Rapid Test GAD65 merupakan salah satu produk hilirisasi kerja sama Universitas Brawijaya dan industri, yakni PT Bio Farma (Persero) yang kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat. Biosains rapid test GAD65 merupakan kit deteksi berbasis reverse-flow immunochromatography yang mendeteksi keberadaan autoantibodi terhadap GAD65 yang menandai kerusakan sel beta-pankreas, sebagai penanda kondisi DM Tipe 1 dan Latent Autoimmune Diabetes on Adult (LADA).

Penyiapan dan produksi kit itu, lanjut Aulanni’am, telah melewati serangkaian penelitian dan pengujian sesuai dengan konsensus dan regulasi yang ditetapkan Wolrd Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan. Sehingga, telah memiliki Izin Edar Alat Kesehatan.

Selain itu, produksi kit tersebut telah memenuhi persyaratan Sertifikasi Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dari Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI. Kit Deteksi itu juga sudah diperkenalkan secara luas pada berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya di Spanyol, Taiwan, Jepang, Arab Saudi, Jordania, Madagascar, Filipina, dan Malaysia. Pada sebagian kegiatan tersebut juga dilakukan pengujian kit deteksi bagi warga setempat.

Bentuk Kit Diagnostik GAD65 yang sederhana menjadikan cara pemakaian juga sederhana, mirip alat tes kehamilan. Dokter cukup memasukkan satu tetes darah pasiennya ke kertas, kemudian kertas itu diberi tetesan cairan buffer dan tetesan cairan khusus dan hasil diagnosa berupa positif dan negatif diabetes pun akan muncul.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads