alexametrics

Ahli Gizi Ungkap Pentingnya Asam Amino dan Folat dalam Protein Hewani

20 November 2020, 11:35:03 WIB

JawaPos.com – Salah satu gizi yang wajib dipenuhi setiap hari adalah protein. Pemenuhan gizi seimbang termasuk asupan pangan protein hewani menjadi kunci untuk menjaga kesehatan keluarga.

Di dalam protein hewani, terdapat berbagai mineral seperti asam amino dan folat yang penting untum tubuh. Salah satu pilihan ada dalam susu.

“Revolusi gaya hidup untuk menjadi lebih sehat bisa dilakukan dengan memperhatikan asupan gizi seimbang dan aktif bergerak. Salah satunya protein hewani,” kata Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro dalam webinar Hari Kesehatan Nasional bertema #IndonesiaSIAP (Sadar Gizi, Inisiatif, Aktif dan Peduli) baru-baru ini.

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Hardinsyah menjelaskan di tengah isu pandemi yang masih mengancam, pangan protein hewani yang berkualitas salah satunya susu. Asam amino yang lengkap penting pada masa kehamilan dan pertumbuhan anak setelah masa ASI eksklusif, serta meningkatkan sistem imunitas.

Asam amino lengkap disertai asam lemak dan penambahan asam folat, vitami A, vitamin D, zink, zat besi, B kompleks pada susu akan memiliki manfaat penting bagi ibu dan bagi pertumbuhan perkembangan janin dan mendukung proses metabolisme tubuh. Tak kalah penting, asam folat yang terkandung berfungsi membentuk sel darah merah, serta membangun sel-sel dalam tubuh, sehingga bermanfaat dalam mencegah permasalahan anemia yang kerap muncul pada ibu hamil dan anak.

“Bukan hanya berperan penting pada fase pertumbuhan anak, asupan gizi seimbang dan beragam termasuk protein hewani juga dibutuhkan bagi Wanita Usia Subur (WUS) dan calon ibu hamil selama fase sebelum dan masa kehamilan untuk mencegah kelahiran anak dengan kondisi stunting,” tegasnya.

Pengurus PERGIZI PANGAN Indonesia, dr. Lucy Widasari juga menegaskan pentingnya protein hewani untuk mencegah stunting. Dia menegaskan pencegahan berat badan bayi lahir rendah dan stunting sebaiknya dilakukan dengan mempersiapkan diri sejak masa prakonsepsi, periode sebelum perempuan menjalani kehamilan.

Berbagai studi menunjukkan pemenuhan gizi bagi perempuan sejak masa prakonsepsi, dapat berdampak positif bagi kesehatan ibu dan anak kelak. Meski demikian, data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1 persen pada 2013, menjadi sebesar 48,9 persen.

“Karenanya, edukasi, intervensi dan pemenuhan gizi berkualitas baik pada remaja, ibu hamil, dan fase periode kritis pertumbuhan (1000 Hari Pertama Kehidupan) menjadi sebuah keharusan, agar ke depan dapat tercipta generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” kata Lucy.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads