alexametrics
Imunitas Kuat, Virus Terhambat

Manfaatkan Rempah sebagai Imunomodulator, Antioksidan, Antiradang

Oleh: Prof Dr apt Mangestuti Agil MS
19 Februari 2022, 17:48:33 WIB

Pandemi Covid-19 makin membuat kita yakin bahwa penyakit infeksi dapat dilawan dengan imunitas tubuh yang kuat. Imunitas tubuh kuat membuat kita bisa hidup berdampingan dengan berbagai kuman dan virus. Keyakinan itu tidak tergantikan, termasuk melalui vaksinasi.

INFEKSI virus varian Omicron yang terbaru memang berbeda dibandingkan varian terdahulu seperti Delta. Salah satunya adalah sasaran targetnya saluran napas bagian atas, tidak sampai ke bagian bawah. Jadi, memang seperti flu biasa. Tapi, varian baru berarti perlu obat baru. Juga, varian baru itu belum dikenal dampaknya setelah kesembuhan. Varian Covid-19 terdahulu bisa meninggalkan efek sindrom pasca-Covid-19 yang hebat. Efek itu bisa berupa rasa lelah berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, sesak napas, dan sulit tidur.

Imunitas yang diperlukan memang perlu ekstra kuat. Di antaranya melalui supergizi, istirahat 6‒8 jam per hari, olahraga 30 menit per hari, dan mengendalikan stres.

Di mana peran herbal? Herbal sudah terbukti bermanfaat sebagai pencegah penyakit. Jangan ragu. Terutama pada pemakaian secara teratur. Sebab, zat kandungan aktif herbal bisa membentuk ikatan kimia dengan sel tubuh kita. Ikatan kimia itu akan terbentuk kalau bahan herbal dikonsumsi secara teratur.

Herbal juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bagi sel tubuh manusia. Banyak pilihan, terutama herbal yang berkhasiat imunomodulator (pengaturan imunitas), perbaikan sel, pengendalian radang. Khasiat itu penting untuk mencegah serangan infeksi dan dampak pasca serangan.

Serangan pandemi kali ini memacu penelitian rempah-rempah yang akrab dengan kehidupan kita. Banyak di antaranya yang sudah terbukti secara turun-temurun bisa menjaga imunitas. Dukungan riset pada pemanfaatan rempah untuk mencegah dan mengatasi infeksi Covid-19 sudah dilakukan. Memang perjalanan pembuktian masih panjang, tapi tidak perlu diragukan. Efektif dan aman. Jadi, cobalah mempertimbangkan mengonsumsi ramuan rempah secara teratur. Misalnya, minuman jahe (lihat grafis), beras kencur, dan cabe lempuyang.

Jintan hitam

Jintan hitam dipakai sejak zaman kuno dan sudah teruji sebagai pengendali imunitas tubuh. Bagian yang dipakai adalah bijinya yang sangat keras yang harus dihancurkan. Penghancuran menjadi bubuk memudahkan kelarutan zat kandungan. Timokuinon adalah kandungan utama minyak atsiri biji.

Publikasi penelitian 2021 oleh peneliti Iran menunjukkan pemakaian dalam pengobatan tradisional untuk asma, batuk, bronkitis, sesak dada, dan radang. Studi farmakologi membuktikan kerjanya sebagai antidiabetes, antibatuk, antioksidan, menjaga kesehatan otak, dan sebagai imunomodulator. Cara pemakaian termudah adalah membeli produk ekstrak jintan hitam buatan industri jamu yang bereputasi. Perhatikan petunjuk pemakaian, batas kedaluwarsa, dan registrasi produk. Konsumsilah secara teratur dengan mengikuti petunjuk pemakaian pada label.

Sambiloto

Si raja pahit adalah julukan tanaman yang berasa pahit ini. Pemanfaatan untuk gejala awal infeksi Covid-19 sudah dilakukan di Thailand di bawah pengawasan pemerintah. Itu didukung hasil penelitian yang cukup valid, termasuk untuk mengatasi kesehatan saluran napas. Kemampuan sebagai imunomodulator adalah salah satu manfaat yang perlu dipertimbangkan dan sudah didukung penelitian ilmiah.

Sambiloto termasuk tanaman adaptogenik. Artinya, aktivitas zat kandungannya mampu memperbaiki berbagai gangguan kerja sistem tubuh yang menyebabkan orang jatuh sakit. Cara yang ideal adalah mengonsumsi rebusan tanaman segar, yaitu bagian tanaman di atas tanah, termasuk daun, ranting, dan batang. Kalau sulit, cukup menggunakan produk jadi buatan industri yang bereputasi. Dalam masa pandemi, pastikan mengonsumsi sesuai petunjuk pada label kemasan.

Kunyit

Publikasi terbaru menginfokan khasiat kurkumin yang mendukung pemakaian sebagai peningkat imunitas. Kerja sebagai antioksidan membantu pembentukan sel baru pengganti sel yang rusak akibat serangan penyakit. Itu diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya badai sitokin akibat infeksi Covid-19 yang menghantam organ penting tubuh.

Pilihan cara pengolahan adalah yang dapat menghancurkan sel kunyit secara benar dan optimal. Tujuannya, mempercepat pengeluaran zat kandungan dan cara terpilih adalah dengan diparut. Hasil parutan dicampur air dan diperas. Bahan baku perlu dipilih yang berkualitas prima. Jadi, memang buatan sendiri jauh lebih menguntungkan. Rentang dosis pemakaian kunyit cukup lebar sehingga aman. Cukup tiga kali seminggu 250 ml secara teratur.

Bawang putih

Sejarah pemakaian bawang putih sudah setua peradaban manusia. Para kuli pembuat piramida Mesir konon mengonsumsi bawang putih secara rutin untuk mempertahankan kekuatan tubuh mereka. Ribuan tahun lalu bangsa Assyria dan Sumeria membuktikan kekuatan bawang putih untuk mengatasi demam radang dan berbagai luka.

Dalam buku The Secret of People who Never Get Sick (Gene Stone, 2010) disebutkan kekuatan bawang putih. Pada 1858 sudah terbukti satu milimeter bawang putih mentah berkekuatan sama seperti 60 miligram antibiotika penisilin.

Cara yang paling terpilih adalah mengonsumsi bentuk segar. Cuci, iris, dan langsung dikunyah untuk membantu pembentukan senyawa kandungan alliin menjadi allicin dengan bantuan enzim alliinase. Asalkan belum terlambat, mengatasi radang cukup mengunyah satu siung bawang putih. Sebelum ditelan, diamkan kunyahan sesaat di rongga tenggorokan sambil merasakan sensasi pedas.

Penelitian membuktikan reaksi merugikan yang bisa terjadi pada penggunaan dosis tinggi bersama obat dokter. Reaksi alergi bisa timbul pada orang yang sensitif. (*)

RESEP MENCEGAH PENYAKIT INFEKSI VIRUS DAN BAKTERI

WEDANG JAHE

– Pilih jahe gajah dan jahe emprit yang berkualitas sesuai kebutuhan. Jahe emprit menambah rasa pedas minuman.

– Kupas, cuci, iris, dan geprek.

– Masukkan ke dalam panci, tambahkan air, dan panaskan hingga mendidih dengan api berkekuatan sedang.

– Setelah mendidih, kecilkan api, lanjutkan pemanasan selama 10 menit.

– Saring dan minum saat masih hangat tanpa penambahan pemanis.

CATATAN

– Sebaiknya menyiapkan wedang jahe tidak hanya dengan menyeduh rimpang jahe. Sebab, kelarutan zat kandungannya menjadi kurang optimal.

– Takaran 200 ml setiap sore.

– Orang yang mengonsumsi obat dokter secara rutin, termasuk pengencer darah, hendaknya berkonsultasi kepada dokter.

Dari berbagai sumber


*) Prof Dr apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: