Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Oktober 2018 | 18.35 WIB

Ketahui 2 Macam Vaksin Polio dan Efektivitasnya

Ilustrasi pemberian vaksin polio. Ada dua jenis vaksin polio. - Image

Ilustrasi pemberian vaksin polio. Ada dua jenis vaksin polio.

JawaPos.com - Hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit polio. Penderitanya biasanya diterapi dengan fisioterapi agar otot tak mengecil. Karena itu, paling baik menghadapi polio adalah dengan mencegahnya dengan vaksin.


Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD. menjelaskan meskipun Indonesia telah dinyatakan sebagai negara bebas polio oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak menutup kemungkinan bahwa virus ini masih bisa muncul kembali di Indonesia. Hal itu dapat terjadi apabila orang yang terjangkit polio dari negara lain memasuki Indonesia dan menularkan virus ini kepada orang lainnya.


Maka dari itu, langkah pencegahan melalui vaksinasi masih sangat penting dilakukan. Hal itu bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio seumur hidup, terutama pada anak-anak.


"Ayo kita semua bantu WHO untuk bisa membuat virus ini nol dari muka bumi. Kita harus memastikan keluarga, orang-orang terdekat kita sudah divaksin polio. Jangan sampai lupa," tegasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.


Anak-anak harus diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif, yaitu pada saat mereka berusia 2 bulan, 4 bulan, antara 6-18 bulan, dan yang terakhir adalah pada usia antara 4-6 tahun.


Vaksin polio dengan virus tidak aktif memiliki kemungkinan mendekati 100 persen untuk secara efektif mencegah polio setelah tiga kali penyuntikan, dan aman bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Orang dewasa yang harus mendapatkan serangkaian vaksin polio adalah mereka yang belum pernah divaksinasi atau status vaksinasinya tidak jelas.


Dosis vaksinasi polio pada orang dewasa adalah dua dosis pertama dengan jarak waktu antara 4-8 bulan, dan dosis ketiga antara 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua. Selain itu, vaksinasi pada orang dewasa juga dapat dilakukan jika akan berpergian ke negara dengan kasus polio aktif atau berinteraksi dengan penderita polio seperti Afganistan, Pakistan, Nigeria.


Jenis-jenis Vaksin


Menurut dr. Kristoforus, ada dua macam vaksin polio. Di antaranya vaksin suntik dan vaksin tetes. Di Indonesia, program imunisasi massal oleh Kementerian Kesehatan adalah vaksin tetes untuk anak-anak.


"Vaksin tetes adalah vaksin untuk melemahkan virus hidup. Seperti anjing galak diberi vaksin itu seolah menjadi jinak. Sedangkan vaksin suntik adalah untuk mematikan virusnya," katanya.


Menurutnya, tiga negara yang masih terjangkit seperti Nigeria, Pakistan, dan Afganistan disebabkan banyak masyarakat di sana yang masih tak mau diimunisasi. Oleh sebab itu, dia mendorong agar masyarakat Indonesia tidak anti vaksin untuk bisa mengeradikasi virusnya.


"Dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO ke depan semua dianjurkan agar imunisasi polio seluruhnya agar vaksin suntik. Indonesia sudah sejak tahun 2000-an relatif sudah diimunisasi seluruhnya," paparnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore