
Ilustrasi pemberian vaksin polio. Ada dua jenis vaksin polio.
JawaPos.com - Hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit polio. Penderitanya biasanya diterapi dengan fisioterapi agar otot tak mengecil. Karena itu, paling baik menghadapi polio adalah dengan mencegahnya dengan vaksin.
Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD. menjelaskan meskipun Indonesia telah dinyatakan sebagai negara bebas polio oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak menutup kemungkinan bahwa virus ini masih bisa muncul kembali di Indonesia. Hal itu dapat terjadi apabila orang yang terjangkit polio dari negara lain memasuki Indonesia dan menularkan virus ini kepada orang lainnya.
Maka dari itu, langkah pencegahan melalui vaksinasi masih sangat penting dilakukan. Hal itu bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio seumur hidup, terutama pada anak-anak.
"Ayo kita semua bantu WHO untuk bisa membuat virus ini nol dari muka bumi. Kita harus memastikan keluarga, orang-orang terdekat kita sudah divaksin polio. Jangan sampai lupa," tegasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.
Anak-anak harus diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif, yaitu pada saat mereka berusia 2 bulan, 4 bulan, antara 6-18 bulan, dan yang terakhir adalah pada usia antara 4-6 tahun.
Vaksin polio dengan virus tidak aktif memiliki kemungkinan mendekati 100 persen untuk secara efektif mencegah polio setelah tiga kali penyuntikan, dan aman bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Orang dewasa yang harus mendapatkan serangkaian vaksin polio adalah mereka yang belum pernah divaksinasi atau status vaksinasinya tidak jelas.
Dosis vaksinasi polio pada orang dewasa adalah dua dosis pertama dengan jarak waktu antara 4-8 bulan, dan dosis ketiga antara 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua. Selain itu, vaksinasi pada orang dewasa juga dapat dilakukan jika akan berpergian ke negara dengan kasus polio aktif atau berinteraksi dengan penderita polio seperti Afganistan, Pakistan, Nigeria.
Jenis-jenis Vaksin
Menurut dr. Kristoforus, ada dua macam vaksin polio. Di antaranya vaksin suntik dan vaksin tetes. Di Indonesia, program imunisasi massal oleh Kementerian Kesehatan adalah vaksin tetes untuk anak-anak.
"Vaksin tetes adalah vaksin untuk melemahkan virus hidup. Seperti anjing galak diberi vaksin itu seolah menjadi jinak. Sedangkan vaksin suntik adalah untuk mematikan virusnya," katanya.
Menurutnya, tiga negara yang masih terjangkit seperti Nigeria, Pakistan, dan Afganistan disebabkan banyak masyarakat di sana yang masih tak mau diimunisasi. Oleh sebab itu, dia mendorong agar masyarakat Indonesia tidak anti vaksin untuk bisa mengeradikasi virusnya.
"Dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO ke depan semua dianjurkan agar imunisasi polio seluruhnya agar vaksin suntik. Indonesia sudah sejak tahun 2000-an relatif sudah diimunisasi seluruhnya," paparnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
