alexametrics

Dokter: Anggaplah Semua Orang OTG, Apalagi di Jakarta!

18 September 2020, 11:27:49 WIB

JawaPos.com – Kasus penularan positif Covid-19 di DKI Jakarta terus meluas. Positivity rate di Jakarta mencapai 15 persen. Artinya, dari 100 orang ada 15 orang yang terinfeksi. Maka dari itu, setiap orang khususnya di Jakarta harus menganggap semua lawan bicaranya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Dengan menganggap semua orang OTG, maka kita akan waspada sama-sama memakai masker. Selalu menjaga jarak,” tegas Dekan Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB secara daring, Kamis malam (17/9) kemarin.

“Semua yang kita hadapi adalah OTG. Jangan sampai kita menjadi OTG yang menularkan orang-orang di rumah. Kita mesti bersikap begitu,” tambahnya.

Menurut Ari, berpikir bahwa semua orang OTG akan membuat kita saling melindungi dengan memakai masker. “Virus semakin banyak, apalagi kalau tak pakai masker. Apalagi di Jakarta,” tukasnya.

Menurut Ari, klaster perkantoran bisa terjadi karena pegawai menganggap rekan kerjanya adalah sama-sama teman dekat dan sehat. Padahal orang tersebut memiliki riwayat perjalanan berbeda-beda dan berinteraksi dengan banyak orang.

“Pulang kantor naik mobil berlima, nggak pakai masker atau pakai masker tapi seadanya. Lalu ngobrol di mobil, nggak tahunya salah satunya orang tuanya positif. Ternyata 3 dari 5 yang di mobil sebelumnya itu juga positif. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan klaster perkantoran,” tukasnya.

Menurut Ari, penularan juga bisa terjadi di kantin saat jam makan siang di mana membuka masker bersama. “Saat makan, buka masker. Kadang-kadang kita juga melihat pejabat pakai masker nggak benar lalu dipertontonkan ke masyarakat. Saya selalu sosialisasikan bahwa selalu anggap lawan bicara kita OTG khususnya di Jakarta,” tuturnya.

Ari juga mengingatkan ketika naik kendaraan umum sekalipun taksi online, sebaiknya jangan bicara di dalam mobil atau secukupnya. Pakailah masker yang berkualitas bagus.

“Kita tahu virus Korona bisa menular lewat aerosol di ruangan. Termasuk di mobil, sebab kita tak tahu status sopir atau penumpang lainnya pernah ke mana saja dan berinteraksi dengan siapa saja. Gunakan masker yang bagus atau efektif dan jangan terlalu banyak bicara,” tandasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads