alexametrics src="https://cdn.geozo.com/mfel17291/ilv/0mp/30y8qh678vuq687/pky52d4.go">

Lidah Buaya Membantu Peremajaan Sel Kulit Wajah

Oleh Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS *)
18 Juni 2022, 10:48:44 WIB

JawaPos.com – Perawatan wajah memang tidak sederhana. Susu pembersih dan sabun saja belum cukup. Perlu juga scrub, masker, dan toner. Aneka bahan alam sudah dicoba sejak berabad lalu untuk keperluan tiga rangkaian perawatan tersebut. Mulai madu, gula pasir, kopi, buah delima, mentimun, teh hijau, hingga lidah buaya. Sudah ada pula dukungan bukti ilmiahnya. Pemakaian teratur, kecukupan nutrisi, jam istirahat, dan pengendalian stres juga mutlak dibutuhkan untuk membantu mendapatkan kesehatan kulit wajah.

TINDAKAN penting pada perawatan wajah adalah pengelupasan sel kulit mati. Pembersihan sel kulit mati itu akan diikuti pembuangan kotoran lain, termasuk komedo dan sebum. Komedo terbentuk dari sumbatan pada pori kulit. Pemicunya adalah stres yang menyebabkan peningkatan hormon adrenalin. Hormon yang meningkat itu memicu produksi minyak alamiah kulit. Minyak yang mengalami peristiwa oksidasi dan bercampur sel kulit mati itulah yang disebut komedo atau blackhead. Kalau ada infeksi bakteri, terjadi whitehead, yaitu sejenis jerawat.

Komedo bisa dibersihkan dengan scrub. Ada banyak resep scrub berbahan alam. Salah satunya adalah campuran gula pasir, baking soda, dan madu yang cocok untuk membuang sel kulit mati dan bakteri. Baking soda (soda kue) memusnahkan bakteri dan membuang sel kulit mati. Madu adalah pembersih kulit dan antibakteri. Granul gula pasir, menurut dermatologis, apabila digosokkan pada kulit wajah dapat membantu pengelupasan sel kulit mati tanpa menyebabkan iritasi.

Scrub tradisional Indonesia, yang dikenal dengan nama lulur, juga bisa jadi pilihan yang tepat. Bahan dasar utama adalah tepung beras yang punya khasiat menyerap kotoran dan sebagai antioksidan.

Pengelupasan secara berlebihan tetap harus dihindari. Jadi, penggosokan dengan scrub cukup dilakukan maksimal dua kali seminggu.

Sesudah scrub, tahap berikutnya dalam perawatan wajah adalah penggunaan masker wajah. Ini adalah fase yang penting. Prinsipnya, masker harus terbuat dari bahan yang bersifat nonacnegenic, noncomedogenic, dan hypoallergenic. Artinya, tidak memicu jerawat, komedo, dan reaksi alergi.

Untuk keperluan tersebut, dapat dipilih bahan alam yang sejak bertahun-tahun sudah digunakan. Bahan itu juga mengandung zat bioaktif, vitamin, protein, mineral, dan growth factor. Mekanisme kerjanya beragam dan hasilnya adalah peremajaan kulit, termasuk efek sebagai pelembap dan pemutih. Hasil maksimal bisa didapat melalui asupan yang kaya kandungan coenzyme Q10, seperti brokoli, kacang kacangan, dan ikan.

Lidah buaya adalah bahan dasar masker tradisional yang tetap bertahan dalam dunia kosmetik wajah. Peneliti Iran dari pusat riset kulit dalam tulisannya menguraikan khasiat utama gel daun lidah buaya karena kandungan air yang sangat tinggi. Kandungan vitamin B2 dan 6, vitamin C, E, mineral, dan asam amino mencegah kekeringan kulit serta menjaga kelembutan dan elastisitas kulit. Khasiat itu berkaitan erat dengan aktivitas antioksidan sebagai pemusnah radikal bebas yang merusak kulit. Hasil studi membuktikan terjadinya peningkatan aktivitas antiaging seiring dengan peningkatan kadar gel lidah buaya.

Toner adalah bahan yang digunakan pada tahap akhir pembersihan wajah. Perannya adalah menghapus sisa kotoran yang belum terangkat, terutama minyak. Langkah itu terutama diperlukan pada jenis kulit berminyak yang menyebabkan timbulnya jerawat. Bahan dasar produk toner umumnya kaya alkohol sehingga berpotensi menyebabkan kulit kering. Namun, produk versi terbaru sudah memasukkan bahan yang bekerja sebagai antiaging, pencerah wajah, dan yang berefek relaksasi.

Teh hijau masih terpilih sebagai toner alamiah yang potensial. Khasiat utama sebagai antioksidan sangat kuat karena kandungan senyawa polifenol. Syarat utama adalah pemilihan teh yang bermutu, baik sebagai teh celup maupun berupa daun kering. Seduh dalam air mendidih dan dibiarkan 2–3 menit. Seduhan dioleskan pada kulit wajah dengan bantuan kapas. Bisa juga disemprotkan melalui botol semprot.

Pumpkin Mask

Pumpkin adalah labu kuning yang memang belum lazim dalam dunia kosmetik Indonesia. Namun, kekayaan kandungannya sangat menyehatkan kulit wajah, terutama untuk menjaga kelembapan kulit. Itu terlihat dari warna kuning yang mencerminkan kandungan antioksidan kuat.

Kandungan alpha hydroxyl acid alami berperan pada proses pengelupasan sel kulit mati. Komposisi labu kuning, madu, dan susu/yoghurt adalah pilihan yang efektif. Labu kuning yang sudah dikukus dicampur dengan madu dan susu, lalu diaduk hingga membentuk pasta yang lembut. Pasta dioleskan merata pada kulit wajah yang sudah bersih dan dibiarkan selama 15 menit. Selanjutnya, dibilas air hangat. (*)

MEMBUAT SENDIRI MASKER LIDAH BUAYA

• Potong daun lidah buaya segar.

• Belah dan kerok daging daun (gel), masukkan ke dalam mangkuk dan aduk.

• Oleskan gel segar pada kulit wajah yang sudah dibersihkan sebelumnya.

• Biarkan selama 15–20 menit.

• Bilas air hangat, keringkan dengan handuk kering.

• Lakukan dua kali seminggu.

PERINGATAN

Hentikan pemakaian apabila timbul reaksi alergi


*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

YouTube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: