alexametrics

Gelombang 3 Didominasi Omicron, Epidemiolog Ingin Sekolah Daring Lagi

17 Januari 2022, 22:05:36 WIB

JawaPos.com – Kasus Covid-19 terlihat kian naik dua pekan pasca libur Natal dan Tahun Baru di tengah munculnya varian Omicron. Angka terakhir, kasus Omicron lebih dari 500 orang. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengusulkan untuk meminimalisir resiko, sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) harus ditunda sementara.

Menurutnya, belum semua anak-anak divaksinasi untuk usia SD khususnya. Sehingga pertimbangan untuk kembali sekolah daring setidaknya harus dipilih hingga puncak gelombang ketiga yakni diprediksi Maret.

“Sejak awal, bahkan sejak Agustus 2021 saya sudah memprediksi gelombang ketiga akan terjadi Februari Maret pasca libur Nataru. Maka saat ini pemerintah sudah harus memilih opsi sekolah daring bukan PTM. Untuk meminimalisir resiko setidaknya sampai awal Maret ya,” tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (17/1).

Karena itu menurutnya, bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) juga harus dikurangi 20 persen. Jika nanti sudah sampai ketika masa puncak, Dicky mengusulkan agar WFO dikurangi 50 persen atau lebih.

“Sambil kita lihat dinamika di lapangan ya. Ini akan lebih sulit ya banyak tak bergejala. Maka sangat bergantung pada kemampuan deteksi. Dan untuk tempat yang sifatnya keramaian, ketika sekolah harus daring ya ditutup dulu atau dibatasi jumlahnya,” jelasnya.

Menurut Dicky, bicara Omicron meskipun daya virulensi (penularannya) setengah dari varian Delta, tetapi tetap bisa menginfeksi 4 kali lebih banyak pada seseorang. Akan tetapi bicara masalah kasus antara prediksi dan juga kenyataan di lapangan akan sangat berbeda.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads