alexametrics

Booster Sinovac Tingkatkan Antibodi Tanpa Ada Reaksi Merugikan

17 Januari 2022, 07:31:19 WIB

Liu mengatakan, data itu muncul seiring adanya penemuan baru yang menunjukkan satu bulan setelah dosis kedua, CoronaVac memberikan respons Sel-T yang lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin mRNA. Hal itu penting dalam mencegah penyakit serius, rawat inap, dan kematian.

Di sisi lain, Ceva Wicaksono Pitoyo, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia berpendapat, Omicron tampaknya masih relatif tidak ternetralisasi dengan berbagai vaksin tunggal yang sudah ada. Baik yang sifatnya mRNA maupun lainnya.

Menurut dia, seseorang tetap dapat terinfeksi virus walaupun sudah divaksinasi. Perubahan protein spike pada VoC menyebabkan 2–5 kali dari kemampuan netralisasi antibodi sehingga mungkin menurunkan efektivitas vaksin dari 90 persen menjadi 78 persen.

”Walau begitu, vaksinasi masih bisa 90 persen mengurangi risiko kematian dan rawat inap pasien. Jadi, tampaknya berbagai macam VoC itu menunjukkan 3–4 kali resistensi terhadap netralisasi vaksin dan varian Omicron bisa sampai dikatakan ratusan peningkatan resistensi vaksin,” papar Ceva.

Dia berpendapat, pemberian dosis ketiga vaksin baik mRNA maupun virus yang tidak diaktifkan bisa meningkatkan kekebalan sampai level yang dibutuhkan. Hal itu secara teoritis masih bisa dicapai dengan vaksin homolog, begitu juga dengan vaksin heterolog yakni vaksin berbeda dari dua dosis vaksin utama.

Berdasar paparan pakar kesehatan dan studi, dosis ketiga vaksin Covid-19 menggunakan vaksin homolog dengan Sinovac mampu meningkatkan kekebalan seseorang terhadap berbagai varian virus korona termasuk Omicron, walau studi lanjutkan tampaknya masih diperlukan untuk semakin mendukung kesimpulan awal para peneliti.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads