alexametrics

Booster dengan Metode mRNA Dikatakan Lebih Tingkatkan Antibodi

17 Januari 2022, 12:53:19 WIB

JawaPos.com – Populasi saat ini dihadapkan beberapa pilihan vaksin Covid-19 lanjutan atau penguat (booster). Para ahli meminta masyarakat jangan memilih-milih vaksin, tetapi disesuaikan dengan ketersediaan yang ada. Sebab, semua yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pasti sudah melalui penilaian hasil riset dan uji klinis.

Namun, sejumlah ahli di dunia mengungkapkan pilihan vaksin booster lebih baik memilih dengan metode mRNA untuk semua penerima jenis vaksin primer pada awalnya (dosis 1 dan 2). Mengapa? Sebab hasil penelitian menunjukkan vaksin mRNA lebih tinggi meningkatkan antibodi.

“Di Inggris ada 3 jenis vaksin yang dapat digunakan sebagai booster, yaitu Pfizer, Moderna dan Oxford/AstraZeneca. Tetapi memang lebih dianjurkan penggunaan vaksin mRNA yaitu Pfizer atau Moderna sebagai booster, apapun jenis vaksin primer yang pernah diterima sebelumnya. Tetapi karena alasan medis atau alergi dan seseorang tidak dapat disuntik vaksin Pfizer atau Moderna maka tentu dapat diberikan vaksin AstraZeneca,” kata Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI dan Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan resmi, Senin (17/1).

Ia mengutip definisi booster oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksinasi booster, diberikan pada mereka yang sudah selesai mendapatkan vaksinasi Covid-19 primer dimana dalam perjalanan waktu ternyata imunitas dan perlindungan klinisnya menjadi berkurang dan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Booster bertujuan mengembalikan efektifitas vaksin sehingga membaik kembali.

“Vaksinasi tambahan yaitu pemberian vaksin yang mungkin dibutuhkan sebagai tambahan dari vaksinasi primer karena respon imun yang didapat dari vaksin primer ternyata tidaklah memadai, seperti pada mereka dengan gangguan imunologis tertentu, dan kadang-kadang juga mungkin pada sebagian orang usia lanjut,” jelas Prof Tjandra Yoga.

Tujuan vaksinasi tambahan, kata dia, adalah meningkatkan respon imun sehingga dapat memberi perlindungan memadai terhadap penyakit. Sampai akhir 2021 WHO mencatat setidaknya ada 126 negara di dunia yang sudah memberi rekomendasi untuk vaksin booster atau tambahan, dan lebih dari 120 negara yang sudah mulai mengimplementasikannya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads