alexametrics

Pasien Hepatitis Misterius di Indonesia Paling Banyak Usia 5-9 Tahun

16 Mei 2022, 16:43:49 WIB

JawaPos.com – Anak-anak menjadi sasaran paling dominan terkait gejala penyakit hepatitis misterius. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) anak-anak usia bayi hingga 16 tahun adalah paling dominan mengalami penyakit yang belum diketahui penyebabnya itu. Di Indonesia, paling banyak terjadi pada pasien anak usia 5-9 tahun.

Kementerian Kesehatan melaporkan telah menemukan dugaan kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya kepada 18 orang. Kasus tersebut berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Paling banyak di DKI Jakarta dengan 12 kasus. Dari 18 kasus tersebut, 9 kasus masuk status pending classification, tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi dan satu probable.

Sebanyak 7 kasus discarded terdiri dari 1 orang positif Hepatitis A, 1 orang positif Hepatitis B, 1 orang positif Tifoid, 2 orang demam berdarah dengue, 2 lainnya berusia lebih dari 16 tahun. Selain itu, dari hasil investigasi kontak tidak ditemukan adanya penularan langsung dari manusia ke manusia.

“7 dari 18 pasien diduga hepatitis akut dinyatakan meninggal, namun saat ini masih belum dipastikan apakah meninggal karena penyakit hepatitis akut atau ada faktor lainnya,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan sekaligus Direktur Utama RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH dalam keterangan virtual baru-baru ini.

Menurut dr. Syahril, pasien yang diduga Hepatitis Akut ini memiliki rentang usia 0-20 tahun. Paling banyak anak yang berusia 5-9 tahun ada 6 orang, usia 0-4 tahun ada 4 orang, usia 10-14 tahun ada 4 orang, dan usia diatas 15-20 tahun ada 4 orang.

Gejalanya demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, nyeri bagian perut, nyeri pada otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, gatal-gatal, dan urine seperti air teh. Meski gejala yang ditemukan mengarah pada hepatitis akut namun belum bisa dipastikan pasien menderita hepatitis akut.

“Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut,” katanya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads