alexametrics

BPOM Dukung Percepatan Riset Obat dan Makanan

15 Desember 2019, 13:55:25 WIB

JawaPos.com – Riset serta pengembangan obat dan makanan dalam negeri terus dilakukan. Harapannya, ketergantungan dengan luar negeri lambat laun dikurangi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya mendukung hal itu.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Fitofarmaka serta Satgas Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Produk Biologi milik BPOM sudah ditetapkan pada 13 September lalu melalui SK menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. ”BPOM melakukan pendampingan kepada peneliti dan pelaku usaha,” ungkap Kepala BPOM Penny K. Lukito.

Tujuan pendampingan tersebut, mengawal produk inovasi riset yang siap dihilirisasi dapat memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin edar. Penny menyampaikan, terdapat produk hasil riset yang sudah mendapatkan izin edar. Antara lain, stem cell produksi Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga Surabaya bersama PT Phapros dan albumin dari ikan gabus yang dikembangkan oleh Universitas Hasanuddin Makassar bersama PT Royal Medika.
”Selain itu, terdapat produk biologi yang sedang dikembangkan, yaitu enoxaparin yang bersumber dari domba, trastuzumab, dan sejumlah vaksin, antara lain MR, hepatitis B, tifoid, rotavirus, dan polio,” katanya. Produk lain adalah obat tradisional. Antara lain, ekstrak seledri, binahong, daun kelor, daun gambir, dan bajakah.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c11/ayi


Close Ads