alexametrics

5 Masalah Nyeri Otot dan Saraf Kejepit yang Dialami Milenial

15 Januari 2020, 11:11:50 WIB

JawaPos.com – Milenial yang masih dalam usia produktif pasti memiliki kehidupan pekerjaan dan sosial yang dinamis. Kehidupan yang tak terlepas dari kecanggihan teknologi ternyata bisa membuat mereka terkena penyakit degeneratif lebih cepat.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Lamina Pain and Spine Center, dr. Victorio, SpBS menjelaskan dirinya banyak mendapatkan pasien dengan keluhan nyeri tulang belakang dan nyeri otot. Menariknya, penderitanya kebanyakan dari usia muda. Padahal, penyakit itu harusnya kebanyakan diderita pra lansia dan lansia.

“Sudah bergeser ke usia muda ya. Setelah dilakukan dengan pemeriksaan MRI, ternyata nyeri saraf kejepit atau nyeri tulang belakang. Bantalan ototnya pecah misalnya,” kata Victoria kepada wartawan baru-baru ini.

Beberapa kebiasaan yang bisa menjadi pemicunya antaralain:

 

1. Duduk Terlalu Lama
Setiap orang yang duduk terlalu lama di depan komputer bisa mengalami pegal-pegal dan nyeri di bagian punggung. Jika terlalu sering berulang, tentu akan menimbulkan dampak yang lebih parah lagi.

“Duduk di kantor lebih dari 8 jam sehari membuat tulang belakang nyeri. Idealnya, tiap 2 jam harus stretching. Posisi harus baik, menghadap komputer dan tegak. Semacam bantal dalam posisi kurva normal,” jelas Victorio.

 

2. Olahraga Berlebihan
Era media sosial membuat tradisi posting menjadi penting. Dan berbagai jenis olahraga tiba-tiba menjadi populer. Seperti lari maraton ataupun fitness, gym dan yoga. Jika tak dilakukan dengan benar, tentunya bisa cedera.

“Intinya semua olahraga bagus tapi harus dilaksanakan dengan betul. Di awal pemanasan, inti, dan pendinginan. Jangan misalnya baru pemula langsung lari 10 K, maraton, tapi persiapannya nggak ada. Lalu saat gym, kurang persiapan atau berenang,” jelasnya.

 

3. Main Gadget
Bermain gadget terlalu lama dan salah posisi tentunya bisa membuat seseorang nyeri otot dan tulang belakang. Misalnya saat bermain laptop sambil posisi tidur atau bermain ponsel terlalu menunduk terlalu lama.

“Ada penyakit di era modern saat ini yakni text neck. Penyakit itu karena main gadget terlalu lama. Beban yang diterima di leher itu kalau terlalu lama nunduk hampir 27 kilo beratnya. Pundak terasa berat leher pegel bisa kebas sampai kedua tangan, bisa saraf kejepit di leher. Atau penyakit jemari yang kaku,” katanya.

 

4. Posisi Tidur
Posisi tidur yang salah juga bisa membuat leher nyeri atau cedera di bagian bahu dan punggung. Misalnya ketika pemilihan bantal kurang tepat.

“Posisi tidur salah. Nonton TV sambil tidur lalu langsung tidur. Akhirnya malah sakit salah bantal. Posisi bantal jangan terlalu tinggi atau rendah. Harus tersangga dengan benar,” katanya.

 

5. Kecelakaan
Seseorang yang kecelakaan di usia muda juga bisa menyebabkan nyeri di kemudian hari. “Saya pernah punya pasien usia 21 tahun sudah saraf kejepit karena pernah jatuh 5 tahun lalu,” kata dr. Victorio.

 

Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

 

1. Olahraga yang Benar
Harus melakukan olahraga sesuai dengan arahan Personal Trainer. Lalu lakukan sesuai tahapan dari pemanasan, inti dan pendinginan.

 

2. Batasi Main Gadget
Jangan terlalu lama memakai gadget. Jika sudah 2 jam, tubuh harus disuruh istirahat dan stretching.

 

Pakar Nyeri dari Lamina Pain and Spine Center dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS mengatakan bahwa nyeri leher adalah salah satu dari jenis nyeri tulang punggung yang paling mengganggu dan bisa membatasi mobilitas pengidapnya. Salah satu penyebabnya adalah servikal Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit di area leher (servikal).

Diagnosis HNP servikal ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, neurologis, radiologis seperti CT-scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sebelum tindakan biasanya pasien akan diarahkan dulu untuk pengobatan dengan obat-obatan seperti nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), steroid dan tirah baring (bed rest).

Kini ada teknologi terbaru dengan endoskopi. Karena kebutuhan untuk mendapatkan hasil pembedahan yang lebih baik dan harapan pasien untuk bisa lebih cepat sembuh itu para ahi kesehatan dunia akhirnya menemukan teknik bedah terbaru yang disebut Percutaneous Endoscopy.

Namun baru pada tahun 1990, ada teknik baru untuk penanganan HNP servikal, namanya Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD). Sering disingkat pula menjadi Endoskopi Servical. Teknik PECD, menganut dua pendekatan atau teknik yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Keduanya bertujuan mengilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang. Dengan bantuan penglihatan langsung melalui kamera endoskopi yang ditampilkan pada layar.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads