alexametrics

Dari Jogjakarta, World Mosquito Program Perangi Demam Berdarah

Nyamuk Wolly Hambat Replikasi Virus Dengue
14 November 2021, 16:03:56 WIB

Di Indonesia, demam berdarah (DB) merebak kali pertama dari Surabaya pada 1968. Kini, 52 tahun kemudian, DB masih menjadi momok. Baru-baru ini berkembang cara memerangi penyakit yang dijangkitkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu dengan nyamuk juga.

PROF Adi Utarini menarungkan bakteri dan virus dalam tubuh nyamuk. Penelitian yang bermula sejak 2011 itu melibatkan bakteri Wolbachia dan virus dengue. Peneliti perempuan yang juga pemimpin World Mosquito Program (WMP) tersebut menjadikan nyamuk-nyamuk yang terkontaminasi bakteri Wolbachia sebagai pasukan untuk melawan DB.

Saat bertemu virus, bakteri di dalam tubuh nyamuk akan berusaha mengalahkannya. Pergulatan yang tidak seimbang. Sebab, ukuran bakteri lebih besar. Karena itulah, virus lantas sulit memperbanyak diri alias mereplikasi. Virus juga kalah bersaing dalam mendapatkan makanan di dalam tubuh nyamuk.

’’Itu yang kami yakini,’’ tutur Dr Citra Indriani, surveilans Team Leader WMP, kepada Jawa Pos saat ditemui pekan lalu.

Nyamuk yang telah dijejali bakteri Wolbachia bernama nyamuk Wolly. Karena terus-terusan menekan replikasi virus dengue, Wolly tidak bisa menjadi inang virus, apalagi menularkan DB. Virus dengue tidak bisa hidup di dalam tubuh Wolly sebagaimana pada tubuh Aedes aegypti.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c17/hep




Close Ads