Jika Sembuh, Pasien Hepatitis Misterius Bisa Kembali Hidup Normal

14 Mei 2022, 10:34:31 WIB

JawaPos.com – Jangan sampai terlambat membawa anak Anda ke dokter atau pusat fasilitas pelayanan kesehatan jika gejala hepatitis misterius sudah muncul. Jika terlambat, kondisi anak-anak bisa lebih berat, dan terancam mengalami transplantasi hati atau bahkan berujung kematian. Sebaliknya, jika cepat ditangani, pasien bisa disembuhkan dan kembali hidup normal.

Anak-anak yang terkena hepatitis berkisar dari usia 1 bulan hingga 16 tahun. Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengidentifikasi 34 kasus hepatitis yang dikonfirmasi pada anak-anak di bawah 10 tahun sehingga jumlah total kasus di negara itu menjadi 145. Sepuluh di antaranya telah menerima transplantasi hati tetapi tidak ada yang meninggal karena penyakit tersebut.

“Penyakit ini bisa sembuh kok. Kalau pasien sudah dinyatakan sembuh, bisa hidup seperti biasa, tak ada gejala menetap atau tambah berat,” tegas Direktur RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso (RSPI) dr. Mohammad Syahril dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan, Jumat (13/5).

Akan tetapi, menurut dr. Syahril, sama seperti pasien Covid-19, setelah sembuh dari hepatitis misterius bisa saja suatu saat terkena penyakit ini lagi. Hal itu terjadi jika kontak erat dengan pasien lainnya.

“Tapi masih bisa tertular lagi kalau kontak lagi. Tapi kalau dinyatakan sembuh, ya hidup biasa, tak perlu ada kekhawatiran yang khusus,” ungkapnya.

Bicara transplantasi hati, kata dia, di Inggris sudah dilakukan. Di Indonesia, sudah dilakukan transplantasi hati juga untuk pasien hepatitis.

Terpisah, Dokter Spesialis Anak yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Muzal Kadim mengatakan hepatitis adalah suatu peradangan hati atau inflamasi hati. Inflamasi ini disebabkan beberapa macam sebab, salah satunya infeksi.

“Bisa disebabkan oleh kondisi autoimun. Obat-obatan. Atau iskemik kekurangan oksigen pada kondisi tertentu. Infeksi sendiri juga bisa berbagai sebab. Bisa virus, bakteri, jamur, parasit. Yang paling banyak adalah infeksi virus dan menyerang sel hati,” kata dr. Muzal.

Menurut dr. Muzal, virus A, B, C, D, E paling sering menyerang hepatitis pada anak. Jika sudah dalam kondisi akut, virus itu bisa merusak sel hati secara langsung. Bisa juga karena tubuh sendiri yang melawan.

Yang terjadi pada tubuh anak saat melawan virus itu, bisa jadi sel hatinya justru kalah atau rusak karena virusnya terlalu kuat. Akibatnya sel-sel hatinya ikut rusak. Jika sudah berat, akan berujung pada transplantasi hati.

“Karena tubuh si anak terlalu kuat melawan virus, maka zat-zat yang keluar dari tubuhnya untuk melawan atau menghancurkan virus itu juga semakin berat. Akan semakin banyak sel hati hancur dan berat,” jelasnya.

“Dalam kondisi seperti itu, kesadaran anak bisa menurun. Bahkan jika tak ditangani akan berujung kematian,” ungkapnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: