alexametrics

Booster Vaksin Virus Tak Aktif Tetap Manjur Lawan Omicron

14 Januari 2022, 12:07:34 WIB

JawaPos.com – Populasi saat ini mulai mendapatkan vaksin dosis ketiga atau penguat (booster) untuk melindungi diri dari Covid-19. Sejumlah penelitian menyebutkan dalam memilih booster sebaiknya vaksin metode mRNA lebih efektif melindungi tubuh dari varian Omicron daripada memilih vaksin virus tak aktif (innactivated). Namun anggapan itu dibantah oleh data terbaru dari Sinovac yang menggunakan metodr vaksin tak aktif.

Sinovac Biotech Ltd merilis data terbaru yang menunjukkan 95 persen individu yang telah menerima tiga dosis CoronaVac memiliki antibodi penawar terhadap Omicron. Studi yang diterbitkan di bioRxiv ini diselenggarakan di Tiongkok dan meneliti respons imun CoronaVac, vaksin yang diinaktivasi –propiolakton, pada 120 peserta.

Hasil dari penelitian mendukung penggunaan tiga dosis imunisasi karena tingkat serokonversi dari antibodi penetralisir terhadap Omicron meroket dari 3,3 persen menjadi 95 persen untuk rangkaian dua dan tiga dosis masing-masing. Pada partisipan yang menerima tiga dosis, peneliti juga mengisolasi 323 antibodi monoklonal manusia yang berasal dari memori sel B, setengahnya mengenali receptor binding domain (RBD) dan menampilkan bahwa sebagian dari mereka memberikan netralisasi pada SARS-CoV-2 variants of concerns (VOCs).

Juru bicara Sinovac Pearson Liu mengatakan saat ini dunia terus bergulat dengan munculnya varian baru Covid-19. Ia mengklaim penelitian ini memberikan kepastian bahwa tipe vaksin nonaktif tetap efektif melawan Covid-19.

“Hasil ini juga mendukung tiga dosis imunisasi untuk memastikan perlindungan terhadap Covid-19, sebuah penemuan yang sejalan dengan saran dari WHO dan badan kesehatan di seluruh dunia untuk semua jenis vaksin Covid-19,” katanya secara resmi, Jumat (14/1).

Data terbaru ini muncul karena adanya penemuan baru yang menunjukkan bahwa satu bulan setelah dosis kedua,  CoronaVac memberikan respons Sel-T yang lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin mRNA. Hal ini penting dalam mencegah penyakit serius, rawat inap, dan kematian.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads