alexametrics

Bisa Sembuh, Ketahui 4 Stadium dan Pengobatan Penyakit Sifilis

13 Februari 2020, 17:35:25 WIB

JawaPos.com – Masyarakat jangan malu saat mengalami gejala yang mengarah pada penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Apalagi jika memang menyadari dirinya berisiko. Salah satunya adalah penyakit sifilis, yang tak boleh diremehkan gejalanya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), M.Epid, dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) memastikan bahwa penyakit sifilis bisa disembuhkan. Sejumlah pasien bahkan bisa bersih total dari penyakit itu.

“Bisa sembuh, bisa diobati kok. Tapi apakah bisa kambuh? Benar, bisa kambuh,” katanya dalam seminar di Jakarta, Rabu (12/2).

Tahapan Stadium Penyakit Sifilis

Menurut dr. Wresti terdapat 4 tahapan stadium atau tingkatan sifilis. Yaitu sifilis primer, sifilis sekunder, sifilis laten, dan sifilis tersier.

1. Pada Sifilis primer

Bakteri memperbanyak diri pada tempat inokulasi dan membentuk chancre (lesi pada kulit yang keras, tidak gatal, biasanya berdiameter antara 1 cm dan 2 cm).

2. Pada sifilis sekunder

Sifilis menyebar ke kelenjar getah bening setempat, kemudian ke pembuluh darah.

3. Pada sifilis laten

Sifilis sudah mulai mengenai banyak organ tubuh.

4. Hingga akhirnya pada tingkatan sifilis tersier

Terjadi infeksi/inflamasi pembuluh darah dalam susunan syaraf pusat dan sistem kardiovaskular, atau membentuk lesi gumma. Jika infeksi tidak diobati akan merusak organ-organ tubuh seperti kebutaan, jantung,
otak, saraf, pembuluh darah, tulang, kelumpuhan, dimensia, tuli, impotensi, hati bahkan kematian.

Tahapan Pengobatan Sifilis

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDSV, dari Klinik Pramudia, menjelaskan tahapan pemeriksaan terhadap sifilis. Terdapat 4 tahap pemeriksaan terhadap sifilis.

1. Pertama, pemeriksaan fisik pada selaput lendir dan kulit pada stadium primer dan sekunder.

2. Kedua, pemeriksaan Lab serologi darah (VDRL, TPHA), lazim digunakan untuk skrining awal dan lanjut. Ketiga, pemeriksaan Dark-Field Microscopy dan keempat, pemeriksaan CSF/Carian Serebrospinal pada Neurosifilis.

3. Ketiga, Jika sudah diketahui bahwa seseorang terkena sifilis, maka perlu segera dilaksanakan tatalaksana
pengobatan sifilis.

4. Diberikan obat antibiotik. Hingga saat ini bakteri Treponema Pallidum masih sensitif terhadap antibiotik Penisilin, sehingga obat pilihan utama terapi tetap dengan pemberian antibiotik golongan penisilin. Pemberian penisilin dapat melalui oral atau injeksi intramuskular dengan dosis yang berbeda-beda, tergantung stadium penyakit sifilis dan co-morbidititas (penyakit/kondisi penyerta).

“Bila diperlukan, pasien akan mendapat rujukan pemeriksaan labolatorium sesuai dengan instruksi dokter spesialisnya. Lalu pengobatannya tergantung pada stadium. Beberapa pasien juga dimungkinkan untuk mendapat terapi tambahan jika dibutuhkan,” tutur dr. Anthony.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads