alexametrics

Penelitian Buktikan Vaksin Booster Campuran Ampuh Tingkatkan Antibodi

13 Januari 2022, 15:56:05 WIB

JawaPos.com – Seseorang bisa mendapatkan vaksin booster atau penguat berbeda dengan dosis 1 dan 2 atau sama dengan dosis dan 2. Karena itu vaksin booster bersifat homolog dan heterolog. Penelitian membuktikan, vaksin booster campuran atau dosis ketiga berbeda dengan dosis 1 dan 2, mampu meningkatkan antibodi lebih tinggi daripada vaksin homolog atau sejenis.

Vaksin heterolog adalah vaksin campuran. Artinya misalnya dosis 1 dan 2 diberikan Sinovac dengan virus yang tak aktif, maka dosis 3 diberikan vaksin metode mRNA seperti Pfizer atau Moderna.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada Juli 2021 mengirimkan rekomendasi kepada pemerintah untuk segera memberikan booster ketiga untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi petugas kesehatan.

Usulan itu akhirnya disetujui. Saat itu 50 profesor serta tim medis garda terdepan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerima booster di RS Cipto Mangunkusumo sebagai tenaga kesehatan pertama di Indonesia yang menerima booster. Nakes saat itu mendapatkan vaksin heterolog yakni vaksin berbeda dari dosis 1 dan 2.

Nakes menerima vaksin Moderna untuk booster. Dosis 1 dan 2, mereka menerima Sinovac.  “Program booster vaksin untuk tenaga kesehatan kemudian dilanjutkan di seluruh negeri, dan semua staf medis, staf administrasi, dan mahasiswa kedokteran kami saat itu menerima suntikan ketiga menggunakan vaksin yang dibuat oleh perusahaan biotek AS Moderna,” kata Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Ia pun disuntik booster Moderna. Prof Ari bercerita Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang ia rasakan hanya bersifat ringan. “Ya saya menerima 2 Sinovac, booster Moderna. Hanya 1 hari, meriang, panas 37,5 derajat, dan sedikit pegal di tempat suntikan,” kata Prof Ari.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads