alexametrics

Cukup 20 Menit, Tangani Pasien Stroke Lebih Cepat dengan Teknologi AI

13 Januari 2021, 17:28:02 WIB

JawaPos.com – Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular mematikan yang menempati posisi ketiga di dunia setelah jantung dan kanker. Bahkan, dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2005 mengungkap, setiap menit setidaknya ada sepuluh orang meninggal akibat stroke.

Secara spesifik, stroke adalah penyakit neurologis akut. Disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak yang terjadi mendadak. Sehingga Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan yang disebut stroke iskemik. Atau pecahnya pembuluh darah, yang disebut stroke hemoragik.

Untuk itu, penanganan pasien stroke pun harus sigap dan tepat. Neurologis dunia, Camilo Gomez, M.D., pun mengatakan ‘Time is Brain’ sebagai peraturan fundamental dalam merawat pasien stroke. Semakin lama perawatan dan terapi dijalankan maka semakin kecil kemungkinan berhasil.

Baca Juga: Metode Menari, Cara Mandiri Cegah Serangan Stroke

Dikatakan, periode emas dari stroke hanyalah 3 sampai 4 jam sejak timbulnya gejala. Penanganan pada periode emas itu penting untuk mencegah terjadinya kecatatan atau bahkan kematian. Sehingga para dokter dan perawat hanya memiliki sedikit waktu untuk menangani pasien yang baru stroke.

Untuk membantu penanganan pasien stroke dengan cepat dan tepat, pemeriksaan pun harus ditunjang dengan teknologi yang mumpuni. Salah satunya dengan PACS (Picture Archiving & Communication System) Synapse, yang merupakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kepala Instalasi Radiologi di RS PON, dr. Melita, Sp.Rad, mengungkapkan, dengan teknologi AI, dokter-dokter di Indonesia seperti memiliki tambahan rekan kerja baru. Sebab, bisa memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada para pasien. Bahkan, teknologi PACS diklaim bisa mengetahui hasil pemeriksaan CT Scan hanya dalam 20 menit.

“Dari pengalaman dulu harus berjibaku dalam waktu cukup lama saat mendiagnosis dan merawat pasien akibat tidak adanya alat yang dapat mempersingkat proses kerja membantu menegakan diagnosis pasien stroke kala itu,” ujar dr. Melita beberapa waktu lalu.

Sehingga, ungkap dr. Melita, inovasi dalam Synapse (PACS) sangat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas alur kerja. Paling penting, pasien dapat segera ditangani dengan waktu tunggu minimum dan akurasi saat mendiagnosis. Baginya, akurasi menjadi faktor penting untuk membantu meningkatkan persentase kesembuhan pasien.

PACS Synapse merupakan salah satu inovasi teknologi AI FUJIFILM dalam bidang perawatan kesehatan berbasis teknologi informasi (IT Healthcare). Nantinya, hasil gambar dari alat hanya dapat dilihat di instalasi radiologi di rumah sakit. Sedangkan apabila dokter maupun petugas kesehatan berada di luar rumah sakit, radiografer akan mengirimkan hasilnya melalui email dengan terlebih dahulu melakukan konversi gambar ke format jpeg.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah


Close Ads