alexametrics

Saat Mengalami Kelainan Ukuran Telinga, Ini Cara Mengobatinya

12 November 2021, 11:43:15 WIB

JawaPos.com – Kelainan ukuran daun telinga atau mikrotia adalah bawaan anak lahir dengan telinga berukuran kecil dan tidak sempurna. Penyebabnya belum diketahui, multifaktorial dan masih diteliti. Lantas, apakah bisa ditangani secara medis?

Dalam webinar baru-baru ini, Dokter spesialis THT Dr. dr. Mirta H. Reksodiputro, Sp.THT-KL(K) dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menjelaskan mikotria adalah malformasi daun telinga dimana aurikula eksterna mengalami perkembangan abnormal. Jika liang telinga tidak menerima hantaran suara untuk menggerakan gendang telinga dan tulang pendengaran, maka suara yang masuk akan menjadi lebih kecil.

“Salah satu tatalaksananya adalah dengan operasi,” katanya.

Tujuan operasi rekonstruksi selain untuk memperbaiki fungsi pendengaran juga untuk kosmetik. Pada atresia liang telinga bilateral masalah utama ialah gangguan pendengaran. Untuk mendiagnosis hal tersebut, perlu dilakukan skrining terlebih dahulu karena belum tentu anak dengan kelainan bentuk daun telinga juga mengalami gangguan pendengaran.

Skrinning Lebih Dulu

Bayi baru lahir biasanya dilakukan skirining pendengaran dengan OAE 3-7 hari kelahiran yang kemudian diskrining ulang setelah 3-6 bulan, OAE adalah suatu alat yang ditempatkan di lubang telinga dan memberikan hasil interpretasinya. Namun pada anak dengan atresia liang telinga bisa dilakukan pemeriksaan BERA. Setelah diagnosis ditegakkan sebaiknya pada pasien dipasang alat bantu dengar, baru setelah berusia 5-7 tahun dilakukan operasi pada sebelah telinga. Pada atresia liang telinga unilateral, operasi sebaiknya dilakukan setelah dewasa, yaitu pada umur 15-17 tahun. Operasi dilakukan dengan bedah mikro telinga.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: