alexametrics

Vaksin Sinovac Manjur 65,3 Persen, Saat Uji Klinis 25 Orang Terinfeksi

12 Januari 2021, 13:42:11 WIB

JawaPos.com – Tim riset Universitas Padjajaran yang melaksanakan uji klinis fase 3 vaksin Sinovac asal Tiongkok melaporkan hasil efikasi atau kemanjuran vaksin tersebut sebesar 65,3 persen. Angka itu sudah di atas syarat efikasi yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar minimal 50 persen. Lalu bagaimana angka efikasi 65,3 persen itu bisa muncul?

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari BPOM dr. Rizka Andalusia menjelaskan, angka 65,3 persen dihitung berdasarkan jumlah relawan terinfeksi. Efikasi rate, dari subjek di Bandung yakni 1.600 orang, dengan interim analisis perhitungan terdapat 25 kasus terinfeksi Covid-19.

“Angka 65,3 persen itu, 25 kasus terinfeksi. Ini berdasarkan laporan interim analisis,” katanya.

Setelah ini, tim akan memantau efektivitas dalam 6 bulan setelah vaksinasi. Jika nanti didapatkan jumlah kasus terinfeksi Covid-19 lagi, maka akan dihitung lagi efikasinya.

“Benar, nanti jika kita dapatkan kasus-kasus terinfeksi lagi, kita kalkulasi lagi dari vaksin. Akan lakukan perhitungan yang sama,” jelasnya.

Angka efikasi itu juga bisa dipengaruhi oleh faktor kepatuhan subjek yang mematuhi protokol kesehatan setelah divaksin. Maka wajib tetap memakai masker dan menjaga jarak setelah divaksin Covid-19 sampai kekebalan herd immunity tercipta.

Ahli vaksin yang juga Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Sri Rezeki menjelaskan herd immunity bisa dicapai jika sebesar 70 persen populasi berhasil divaksin. Untuk mengetahui 70 persen itu darimana, kata dia, bukan dari angka efikasi vaksin tapi dari R0 (Reproduction number) di mana 1 orang bisa menularkan pada orang lain.

“R0 Covid-19 kan bisa menularkan 2-5 otang. Maka untuk menghindari rumusnya 2/3 dari populasi. Yaitu 260 juta, dapatnya 180 juta populasi yang harus divaksin. Itu target kita,” ungkap Sri.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads