alexametrics

Kenali 5 Jenis Eksim Berdasarkan Gejala dan Cara Pengobatannya

11 November 2018, 11:17:48 WIB

JawaPos.com – Peradangan kulit atau yang akrab disebut eksim bisa terjadi pada siapa saja. Bukan hanya karena faktor bawaan tetapi bisa dari faktor eksternal seperti makanan dan udara yang menyebabkan seseorang terkena eksim.

Lalu, apakah semua jenis eksim sama? 

Dilansir dari Self, Minggu, (11/11), ada lima jenis eksim yang biasa terjadi pada kulit. Ciri atau gejala yang ditunjukan pun berbeda. Sehingga, jika kulit Anda merasa gatal, tidak perlu sungkan untuk datang ke dokter untuk mengetahui jenis eksim apa yang sedang menyerang.

1. Eksim Atopik

Eksim Atopik merupakan dermatitis yang paling umum. Pada dasarnya eksim jenis ini merupakan peradangan kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan zat yang bisa mengiritasi Anda. Gejala yang terlihat seperti kulit kering, gatal, dan bercak merah yang bisa muncul di mana saja. Seperti di kulit kepala, tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, leher, dada bagian atas, kelopak mata, siku, dan lutut.

Ciri-ciri eksim  atopik juga dapat terlihat sebagai kulit yang tebal, pecah-pecah, bersisik atau tonjolan kecil yang mungkin mengeluarkan cairan, kemudian berkerut jika Anda menggaruknya. Ini dapat menyebabkan infeksi kulit, itulah sebabnya penting bagi siapa pun yang menderita dermatitis atopik berada di bawah perawatan dokter kulit. Kuncinya ada pada produk perawatan kulit yang tepat kelembapan kulit tetap terjaga

2. Eksim Dyshidrotic

Eksim dyshidrotic biasanya terlihat seperti lepuhan kecil yang berisi cairan meleleh di kulit Anda. Biasanya muncul di telapak tangan, sisi jari-jari, dan telapak kaki Anda. Eksim seperti ini yang menyebabkan Anda merasa sangat gatal. Lepuh biasanya berlangsung sekitar tiga minggu dan setelah mengering, kulit Anda mungkin akan bersisik. Kondisi ini biasanya terjadi secara berulang.

Orang yang mudah terkena adalah orang yang tangannya basah sepanjang hari seperti pekerja perawatan kesehatan, penata rambut, toko bunga, serta orang-orang yang bekerja dengan semen, kromium, kobalt, atau nikel. Cara mengobatinya biasanya dengan krim kortikosteroid dan salep untuk mempercepat proses lepuh.

3. Dermatitis Nummular

Eksim ini terlihat seperti koin atau oval yang mungkin muncul di kulit Anda setelah cedera seperti luka bakar atau gigitan serangga. Dermatitis numular biasanya ditandai dengan bintik-bintik kecil, merah dan luka-luka seperti lepuhan yang membuat cairan dan kerak berlebih.

Orang mendapatkan dermatitis nummular, memiliki faktor kulit yang sangat kering, hidup di daerah yang dingin, kering, atau memiliki beberapa bentuk eksim lainnya seperti dermatitis atopik. Risiko Anda juga meningkat jika Anda minum obat seperti isotretinoin yang digunakan untuk mengobati jerawat  dan interferon yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker dan beberapa infeksi virus.

Dokter umumnya mengobati dermatitis nummular dengan obat-obatan untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal. Jika lepuh terjadi dengan infeksi kulit bakteri, Anda juga membutuhkan antibiotik.

4. Dermatitis Seborrheik

Dermatitis seborrheik, biasanya mempengaruhi kulit kepala orang. Hal ini terlihat dengan bercak bersisik, kulit merah, dan ketombe yang tidak akan berhenti. Itu juga dapat berdampak pada area berminyak lainnya di tubuh Anda seperti wajah, sisi hidung, alis, telinga, kelopak mata, dan dada Anda.

Para ahli memperkirakan bahwa ada hubungannya dengan ragi yang disebut malassezia yang biasanya terdapat dalam sekresi minyak kulit Anda. Sistem kekebalan yang terlalu aktif juga bisa menjadi faktor.

Perawatan umumnya mencakup hal-hal seperti obat untuk mengontrol peradangan dan sampo antijamur untuk memerangi pertumbuhan ragi secara berlebih.

5. Stasis Dermatitis

Stasis ini bisa disebut sebagai eksim vena. Kondisi ini dapat terjadi akibat sirkulasi darah yang buruk biasanya terjadi di kaki bawah. Sirkulasi yang tidak baik dapat membuat cairan menumpuk di kaki Anda, menciptakan tekanan, sulitnya oksigen, dan darah mencapai kulit Anda.

Pembengkakan di sekitar pergelangan kaki Anda biasanya adalah tanda pertama dermatitis stasis. Kulit yang berubah warna dan varises juga bisa menjadi tanda awal. Saat dermatitis stasis berlangsung, Anda mungkin merasakan kulit kering, pecah-pecah, gatal, luka terbuka merah atau keunguan, luka yang mengeluarkan cairan dan kulit berkilau.

Dermatitis stasis sebagian besar merupakan masalah bagi orang-orang yang berusia di atas 50, memiliki varises, tekanan darah tinggi, riwayat pembekuan darah, kelebihan berat badan, atau memiliki kondisi jantung yang lemah dengan menyebabkan aliran darah berkurang.

Dokter dapat memilih untuk mengobati dermatitis stasis dengan stoking kompresi untuk mengurangi pembengkakan, krim kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, antihistamin untuk mengobati gatal, dan pelembab yang bebas dari wewangian, pewarna, untuk membantu kulit kering.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (Inr/JPC)



Close Ads
Kenali 5 Jenis Eksim Berdasarkan Gejala dan Cara Pengobatannya