alexametrics

Waspada 18 Gejala Covid-19 dari Kepala Hingga Kaki, Termasuk Cegukan

11 Agustus 2020, 12:52:11 WIB

JawaPos.com – Gejala paling khas saat seseorang terkena Covid-19 yaitu batuk kering, sesak napas, dan demam. Maka penting bagi tempat publik mengukur suhu pengunjung untuk meminimalisir penularan. Tapi tahukah, sebagian pasien Covid-19 juga mengeluhkan gejala lainnya selain gejala khas tersbeut.

Pusat Kesehatan Nasional Inggris (NHS) mencantumkan gejala lain dari Covid-19. Termasuk kehilangan bau dan rasa hingga kelelahan. Bahkan sejumlah pasien juga mengalami keluhan dari kepala hingga kaki. Berikut adalah ringkasan dari semua gejala virus Korona yang harus Anda waspadai seperti dilansir dari Mirror, Selasa (11/8).

1. Suhu tinggi

Suhu tinggi adalah gejala umum Covid-19 menurut NHS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ilustrasi batuk. Batuk kering merupakan gejala umum dari Covid-19. (Lybrate)

2. Batuk kering

Batuk merupakan gejala Covid-19 yang paling mudah dikenali. Mengingat suaranya berbeda dibandingkan dengan batuk biasa. Dan frekuensinya lebih sering daripada tidak itu akan berlangsung setidaknya setengah hari atau lebih lama.

3. Sakit tenggorokan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) baru-baru ini memperbarui daftar gejalanya dengan menyertakan sakit tenggorokan. Namun gejala ini tampaknya cukup langka.

“Saat ini, kami memperkirakan bahwa sakit tenggorokan terjadi pada sekitar 10 persen kasus virus Korona,” kata Ahli Laringologi Yale Medicine Michael Lerner, MD, kepada Health.com.

4. Hilangnya Rasa dan Bau

NHS menjelaskan kehilangan atau perubahan pada indera penciuman atau perasa membuat seseorang tak dapat mencium atau merasakan apa pun.

5. Sakit Kepala

Ilustrasi sakit kepala. (the healthsite)

Para ahli mengatakan banyak pasien Korona yang dirawat di rumah sakit mengeluhkan gejala neurologis, seperti sakit kepala, kebingungan, kejang, dan bahkan stroke. Kondisi delirium juga bisa menyerang pasien yang membutuhkan dukungan ventilator. Disebabkan oleh penumpukan karbon dioksida di dalam tubuh. Ahli saraf Dr Kevin Conner mengatakan mayoritas (80 persen) pasien di unit perawatan intensif akan mengalami kondisi ini yang dikhawatirkan bisa merusak otak.

6. Diare

Gejala ringan virus Korona yang dilaporkan semakin sering terjadi adalah diare. Dr Diana Gall menjelaskan kepada Express masalah pencernaan dan perubahan kebiasaan buang air besar sering ditemukan.

“Namun, diare telah dilaporkan sebagai gejala awal pada pasien yang kemudian dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

7. Nyeri Testis

Gejala lain dari virus Korona adalah nyeri testis. Peneliti dari Harvard Medical School mengajukan laporan kasus tentang seorang pria berusia 42 tahun yang dites positif terkena virus, setelah pergi ke rumah sakit dengan rasa sakit yang menusuk di testisnya. Sementara dokter tidak menemukan ada yang salah dengan testisnya, dan CT scan menunjukkan kerusakan di paru-parunya.
Dua hari kemudian, pria itu didiagnosis Covid-19.

8. Kurang Nafsu Makan

Mereka yang tertular virus Korona mengeluh kehilangan nafsu makan. Sementara beberapa mungkin hanya sedikit kurang tertarik dengan makanan mereka dari biasanya.

9. Sensasi Berdengung

Salah satu gejala yang lebih aneh adalah sensasi berdengung yang menjalar ke seluruh tubuh. Meskipun belum terdaftar sebagai gejala resmi yang harus diwaspadai, banyak orang memposting secara online tentang gejala ini.

10. Luka Kaki

Pakar medis di Spanyol saat ini sedang menyelidiki apakah mereka yang memiliki virus dapat diidentifikasi dari lesi atau luka kecil di kaki. Awal tahun ini, Dewan Umum Sekolah Tinggi Podiatris Resmi Spanyol membagikan pernyataan yang mengungkapkan bahwa beberapa pasien virus Korona memiliki lesi di kaki mereka.

“Warnanya lesi ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak atau chilblains) yang biasanya muncul di jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas,” kata mereka.

11. Sakit Perut

Studi yang baru diterbitkan oleh American Journal of Gastroenterology mengaitkan masalah perut dengan Covid-19. Mereka menemukan bahwa 48,5 persen dari 204 orang yang telah terinfeksi virus Korona di provinsi Hubei Tiongkok mengalami gejala pencernaan seperti diare yang dapat menyebabkan sakit perut.

12. Kelelahan

Meskipun ini belum secara resmi dianggap sebagai gejala, penderita Covid-19 telah melaporkan mengalami kelelahan mental. Thea Jourdan mengatakan kepada Mail bahwa dia pertama kali mengira dia mungkin telah terinfeksi ketika dia menggelitik tenggorokannya dan sakit kepala.
Ibu tiga anak itu kemudian mulai mengalami kelelahan.

13. Kesulitan Mengatur Napas

Jika dada mulai terasa sesak atau tidak bisa bernapas, Anda mungkin terjangkit virus Korona. Kebanyakan orang muda atau mereka yang tidak memiliki kondisi kesehatan sebelumnya kemungkinan tidak akan mengalami gejala ini. Dispnea istilah ketika seseorang mengalami kesulitan bernapas mungkin disertai dengan sesak di dada, pernapasan cepat, dan jantung berdebar-debar.

14. Sakit Mata

Sejumlah pasien juga mengeluhkan matanya iritasi dan berair tanpa adanya pemicu seperti debu atau kotoran polusi.

15. Gemetar Meriang

Meriang adalah gejala yang dikeluhkan pasien, tetapi sangat jarang terjadi. Dalam sebuah penelitian, berdasarkan 55.924 kasus di Tiongkok, 11,4 persen penderita virus Korona melaporkan merasa menggigil.

16. Otot atau Badan Pegal

CDC memperbarui pedomannya minggu ini, untuk memasukkan nyeri otot atau tubuh ke daftar gejala Covid-19. Peneliti Universitas New York menemukan hubungan antara nyeri otot dan kasus Covid-19 yang serius selama analisis terhadap 53 pasien di Wenzhou, Tiongkok.

17. Cegukan Terus-menerus

Dokter memperingatkan cegukan yang terus-menerus bisa menjadi gejala baru virus Korona. Sebuah laporan yang diterbitkan dalam American Journal of Emergency Medicine menggambarkan kasus seorang pria yang dinyatakan positif mengidap penyakit mematikan setelah mengalami cegukan selama empat hari.

Pria 62 tahun, dari Chicago, awalnya tidak menunjukkan gejala lain, dan memiliki suhu hanya 37,3 C. Tetapi pemindaian pada paru-parunya menunjukkan indikasi bahwa dia sedang berjuang dengan kapasitas paru-parunya. Pria itu dimasukkan ke ruang isolasi tempat dia menjalani tes virus Korona. Suhunya kemudian meningkat menjadi 38,4 C.

18. Gangguan Pendengaran

Peneliti dari John Hopkins School of Medicine telah mengungkap virus itu juga menginfeksi telinga dan tulang mastoid tengkorak. Dalam studi mereka, para peneliti menganalisis tiga pasien yang meninggal akibat virus Korona yaitu seorang pria berusia 60-an, seorang perempuan berusia 60-an dan seorang perempuan berusia 80-an.

Analisis mereka mengungkapkan bahwa perpuan berusia 80-an memiliki virus di telinga kanan tengah. Sedangkan pria 60-an memiliki virus di telinga tengah kiri dan kanan, serta di mastoid kiri dan kanan. Dalam studi yang diterbitkan di JAMA Otolaryngol Head Neck Surg, penelitian yang dipimpin Dr Katilyn Frazier, mengkonfirmasi keberadaan virus SARS-CoV-2 di telinga tengah dan mastoid.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads