alexametrics

Kata Ahli Gizi Soal Bungkus Daging Kurban dengan Kantong Plastik

11 Agustus 2019, 10:38:03 WIB

JawaPos.com – Panitia pemotongan hewan kurban saat Idul Adha membagikan daging kambing dengan dibungkus kantong plastik. Kantong plastiknya biasanya berwarna-warni seperti merah, biru, hitam, putih, atau hijau. Akan tetapi ada kekhawatiran bahwa daging kambing jangan dibungkus dengan plastik.

Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Hardinsyah menjelaskan penggunaan kantong plastik untuk membungkus daging kurban tak masalah asalkan dengan catatan. Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi) itu menyarankan agar pembagian daging kurban sebaiknya menggunakan besek untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Jika terpaksa menggunakan kantong plastik, gunakanlah yang berkualitas baik atau yang tidak berbau menyengat.

“Pakai kresek bersih sih enggak apa-apa. Asal jangan pakai plastik yang kalau tercium baunya enggak enak. Dari sisi lingkungan juga sebaiknya jangan pakai plastik,” jelas Hardinsyah kepada JawaPos.com, Sabtu (10/8).

Maka sebaiknya panitia hewan kurban disarankan untuk tidak membagikan daging kambing dengan kantong plastik. Jika memang bisa diganti dengan wadah lainnya lebih baik. “Bisa pakai daun atau besek bambu, Kalau jenis plastik yang tercemar enggak aman. Karena daging kan sentuhan langsung dengan plastik. Beda dengan makanan kaleng kemasan, karena sudah dikemas. Sebaiknya dihindari,” katanya.

Sebab ketika daging kurban disimpan dalam kantong plastik berwarna maka darah dan daging yang menempel langsung pada plastik bisa saja mencemari daging kurban. Selain dunia sedang mengurangi penggunaan kantong plastik, panitia kurban juga harus lebih selektif agar tak menggunakan kantong plastik yang aman (bukan food grade) karena bisa berbahaya bagi kesehatan salah satunya pemicu kanker.

Hardinsyah juga mengimbau masyarakat dan panitia hewan kurban untuk memperhatikan kebersihan dan cara pemotongan hewan kurban. Jika dagingnya sudah bersih, maka daging kurban tidak perlu dicuci terlebih dulu bila ingin disimpan di dalam kulkas untuk dikonsumsi beberapa hari.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads