alexametrics

Pengobatan Terbatas, Sepertiga Pasien Ginjal ke Dokter saat Sudah Akut

11 Maret 2021, 10:31:42 WIB

JawaPos.com – Dua penyakit yang paling sering memicu Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yakni hipertensi dan diabetes. Dan sayangnya, pasien di Indonesia datang ke dokter ketika fungsi ginjal mereka makin menurun atau sudah lanjut. Sehingga tatalaksana yang dilakukan juga semakin rumit.

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, PhD., SpPD, K-GH menyatakan sekitar sepertiga pasien dengan PGK belum mengetahui benar mengenai penyakitnya. Mereka juga tak memahami progresifitas/perjalanan penyakitnya serta modalitas terapi yang ada setelah mengalami penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) atau gagal ginjal terminal.

“Umumnya pasien datang dalam kondisi yang sudah lanjut, di mana fungsi ginjal sudah sangat rendah dan telah terjadi komplikasi akut dari PGK itu sendiri sehingga pilihan pengobatan yang ditawarkan saat itu juga terbatas,” katanya dalam webinar Hari Ginjal Sedunia, Rabu (10/3).

Baca Juga: 70 Persen Gagal Ginjal Kronis karena Hipertensi-Diabetes

Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai penyakit ginjal, komplikasi, tatalaksana dan pilihan pengobatan pada pasien PGK sebelum mencapai PGTA. Menurutnya, beban kesehatan akibat PGK, termasuk di antaranya keluhan dan komplikasi akibat penurunan fungsi ginjalnya, serta pengobatannya (mencakup obat, pembatasan cairan dan diet, hingga terapi pengganti ginjal) bukan hanya dapat menurunkan kualitas hidup pasien, namun juga pendamping atau keluarga pasien.

“Penurunan kualitas hidup pasien dan atau keluarganya secara umum akan berdampak pada outcome klinis dari pasien serta kepuasan pasien atas pengobatan,” paparnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: