alexametrics

Kenali 6 Ciri ‘Si Jahat’ Virus Korona yang Bisa Menular Lewat Droplet

11 Februari 2020, 15:33:23 WIB

JawaPos.com – Dunia saat ini sedang perang melawan virus Korona jenis baru dari Wuhan, Tiongkok. Virus jenis baru ini bernama Novel Coronavirus atau 2019-nCoV yang bermutasi dari hewan ke manusia. Penularan awalnya berasal dari sebuah pasar hewan ekstrem di Wuhan.

Dalam laman USA Today, seorang Profesor Kedokteran dan Pencegahan Penyakit Universitas Vanderbilt, William Schaffner menjelaskan, wabah tersebut diharapkan bisa berakhir pada musim panas nanti. Dia menyebut virus jenis baru ini adalah virus yang jahat karena sudah menewaskan seribuan orang.

“Hanya Tuhan yang tahu (kapan berakhir), kami harap begitu, itu terjadi pada virus Korona manusia, kita tahu itu. Dan ini adalah virus jahat. Virus baru bukan SARS,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan beberapa karakter dari virus Korona dan berbagai virus lainnya secara umum. Dia menegaskan bahwa virus Korona jenisnya ada ribuan dan yang muncul di Wuhan adalah jenis baru.

“Kami sebetulnya sudah punya pengalaman dengan berbagai jenis virus Korona. Dari mulai SARS atau MERS-Cov di tahun-tahun sebelumnya. Ini jenis baru, adiknya. Namanya Novel,” tutur Yurianto kepada wartawan, Selasa (11/2).

Maka ketika virus baru itu muncul, lanjutnya, pihaknya tidak terlalu terkejut karena sudah punya pengalaman. Artinya seluruh sistem kesiapsiagaan sudah dibangun.

“Bukan menyepelekan tapi Early Warning System sudah kita bangun. Saat Mers-Cov muncul (dari unta), setiap jamaah haji pulang, selalu kami berikan Health Alert Card (HAC). Kami kasih tahu siapapun jamaah pemegang kartu jangan sampai hilang sampai 14 hari agar tunjukan kartunya ke petugas kesehatan jika mengalami sakit seperti panas, batuk, pilek, dan sesak napas,” papar Yurianto.

Maka dia menegaskan bahwa virus memiliki karakter yang khas. Sehingga masyarakat harus teredukasi dengan tepat.

Ciri 1
Virus adalah makhluk dengan tingkat evolusi paling rendah. Virus hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup. Virus harus berada di dalam inang yang hidup.

“Tak bisa sekadar nempel. Kalau sel itu hidup, maka virus akan hidup. Kalau selnya mati, ya akan mati. Sifatnya begitu,” ungkapnya

Ciri 2
Struktur DNA virus tak stabil. Sehingga mudah berubah-ubah.

Ciri 3
Virus sangat dipengaruhi dengan kelembaban cuaca. Sehingga pada suhu panas, virus bisa mati.

Ciri 4
Bisa terjadi proses mutasi genetik. Misalnya dari penyakit pada hewan akan menularkan sesuai respeptor pada manusia.

Ciri 5
Menular lewat droplet. Droplet adalah cairan yang keluar setiap kali seseorang bersin atau batuk. Maka dari itu etika batuk harus diperhatikan.

“Dan droplet enggak akan gentayangan di udara ke mana-mana. Tergantung jaraknya kontak erat enggak? Enggak akan virusnya koprol dengan jarak 10 kilometer,” ungkapnya tersenyum.

“Pas batuk dan pilek biasanya seseorang enggak tutup pakai masker. Saya perhatikan dalam satu menit rata-rata seseorang pegang muka 2 kali,” jelasnya.

Ciri 6
Menular dari hewan hanya jika kontak sebelum hewan tersebut matang dengan suhu yang tepat. Kontak virus dari hewan bisa terjadi saat sebelum hewan itu mati atau saat memotongnya.

“Apalagi kalau sudah dimasak, dsn di Indonesia sukanya orang masak daging sampai gosong. Ya mati. Makanya di Vietnam itu dilarang transportasi ayam hidup dari daerah peternakan. Lah di Indonesia kandangnya saja dibawa ke pasar. Inilah potensi penularan virus,” ungkapnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads