alexametrics

Ahli Gizi Ungkap Korelasi Makan Daging Merah dan Risiko Kena Diabetes

11 Januari 2021, 12:18:16 WIB

JawaPos.com – Pola makan dengan gizi seimbang bisa membuat gula darah stabil dan mencegah diabetes tipe 2. Diabetes berkembang ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau sel-sel tidak dapat menyerap insulin yang diproduksi pankreas. Keputusan diet yang tidak sehat adalah salah satu penyebab terburuk, khususnya pada menu pilihan daging merah.

Dilansir dari Express.co.uk, Senin (11/1), Ahli Kesehatan dr. Deborah Lee dari Dr Fox Online Pharmacy, mengungkapkan makan daging merah setiap hari akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Dia mengutip meta-analisis dari tiga studi kohort AS, yang melaporkan bahwa makan daging merah secara signifikan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Studi besar ini melibatkan 37.083 pria dari Health Professionals Follow-Up Study (1986-2006), 79.570 wanita dari Nurses ‘Health Study I (1980-2008), dan 87.504 wanita dari Nurses’ Health Study II (1991-2005) . Partisipan penelitian menyelesaikan kuesioner frekuensi makanan.

Hasilnya, makan tiga ons daging merah per hari seukuran sekotak kartu, meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sebesar 20 persen. Anehnya, mereka yang makan daging dalam porsi yang lebih kecil setiap hari, seperti dua irisan bacon atau satu sosis hot dog, meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sebesar 51 persen.

Menekankan pentingnya mengurangi atau membatasi daging merah, studi menemukan membuat pilihan yang sehat mengurangi risiko diabetes tipe-2. Maka gantilah dengan kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, dan satu porsi biji-bijian per hari.

“Jika diganti akan menurunkan risiko diabetes tipe-2 sebesar 16-36 persen,” lapor Dr Fox.

Mengapa Daging Merah Picu Diabetes?

Menurut Dr. Fox, mereka mencatat bahwa kandungan besi yang ditemukan dalam daging merah menghasilkan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) sehingga meningkatkan stres oksidatif – dan menyebabkan kerusakan jaringan. Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara atom tidak stabil yang disebut radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.

“Ini memainkan peran penting dalam perkembangan komplikasi diabetes,” katanya.

Seperti yang dilaporkan Dr. Fox, kerusakan yang diakibatkan oleh zat besi meluas ke sel beta pankreas, sel yang memproduksi insulin. “Penelitian sebelumnya juga mengaitkan kadar zat besi yang tinggi dengan diabetes tipe 2,” katanya.

Daging merah juga mengandung natrium dan nitrit yang tinggi. Nitrat sering digunakan sebagai pengawet dalam daging.

Tak Boleh Makan Daging Sama Sekali?

Utamakan panganan nabati, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, telah terbukti membantu dalam pengobatan banyak penyakit kronis dan sering dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 tingkat rendah. Kesimpulannya, batasi jumlahnya dan frekuensinya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads