alexametrics

Fakta Penyakit Lyme Justin Bieber di Indonesia dan Pengobatannya

10 Januari 2020, 13:25:25 WIB

JawaPos.com – Justin Bieber saat ini sedang dalam tahap penyembuhan penyakit yang dideritanya yaitu Lyme Disease.  Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar, Bali, dr. Laksmi Duarsa menjelaskan Lyme Disease adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu karena ada gejala di kulit. Penyakit itu bisa berkolaborasi dengan penyakit dalam.

“Gejalanya ruam seperti eksim goresan. Karena gigitan, kemudian digaruk Tapi jarang saya temukan,” katanya kepada JawaPos.com, Jumat (10/1).

Kutu yang menggigit tubuh seseorang termasuk Justin Bieber bisa satu atau beberapa. Dan kondisi itu berbeda dengan alergi karena scabies yang terinfeksi pada hewan peliharaan seperti kucing atau kelinci.

“Scabies beda dengan Lyme. Scabies karena Sarcoptes Scabeii, Lyme karena bakteria Borrelia Mayonii,” jelasnya.

Gejala Klinis dan Penularan di Indonesia

Pasien biasanya mengalami gatal, rash atau ruam (di kulit) demam, lelah, hingga sakit kepala. Bahkan pasien perlu dicek laboratoriun. Ruamnya disebut Eritema Migrans karena kemerahan.

Fakta menunjukkan, penyakit lyme sangat jarang ditemukan di Indonesia, lebih banyak di Amerika. Tapi bisa saja pasien yang tertular memang usai pulang dari luar negeri. Dan rash di kulit memang bisa bermigrasi jika kutu yang menggigit terinfeksi bakteri Borrelia Mayonii masih menempel di kulit dan terbawa ke Indonesia.

Pengobatannya

Faktanya, penyakit Lyme adalah penyakit yang ditularkan melalui vektor yang paling umum di Amerika Serikat. Borrelia Mayonii ini ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi blacklegged. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke persendian. jantung, dan sistem saraf.

Gejala awal 3-30 hari dengan gejala gigitan. Jika diobati dengan tepat, bisa lebih cepat dari seminggu pengobatannya.

“Pengobatannya pakai antibiotik. Untuk dewasa Doksisiklin, Cefuroxime, dan Axetil, serta Amoksisilin. Untuk anak-anak Amoksisilin,” tegas dr. Laksmi.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani


Close Ads